Zen Seru! Selasa malam (10/03/26), puluhan jamaah berkumpul di kediaman Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, dalam rangka menutup perjalanan tadarus Ramadhan dengan khatam Al-Qur’an 30 juz.
Kurang lebih 40 sampai 50 orang jamaah duduk bersama menuntaskan tadarusan Al-Qur’an hingga di juz ke-30 di kediaman politisi Golkar tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah penutup dari rangkaian tadarus yang sudah berjalan sejak awal Ramadhan. Para jamaah, mulai dari ibu-ibu majelis taklim hingga warga sekitar, ikut ambil bagian dalam perjalanan spiritual tersebut.
“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah karena telah menyelesaikan agenda penutupan tadarusan Al-Qur’an yang ditutup dengan khatam Al-Qur’an,” kata Irwan Hunawa kepada wartawan usai kegiatan.
BACA JUGA: Komisi I Hadang Ambisi Ketua – ketua Fraksi Minta Jatah Media
Menurutnya, Ramadhan selalu punya energi khusus untuk mendekatkan diri pada Al-Qur’an. Bahkan, ia mengingatkan kembali pesan penting dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Surat pertama yang turun adalah Iqra, yang artinya bacalah. Maksudnya kita diperintahkan membaca Al-Qur’an, bukan sekadar melihatnya,” ujarnya.
Peserta tadarus datang dari berbagai kalangan di sekitar lingkungan rumahnya. Mayoritas adalah ibu-ibu majelis taklim dari Masjid Uswatun Hasanah dan Masjid Raudhatul Jannah.
BACA JUGA: Lebih dari Sekadar Menginap: Ini Cara Ascott Indonesia Tebar Kebaikan di Bulan Suci.
Setelah bacaan 30 juz selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Doanya sederhana tapi penuh harapan, semoga masih jamaah yang hadir diberi umur panjang dan kembali dipertemukan Ramadhan tahun depan.
“Ini merupakan ikhtiar kita sebagai manusia untuk melaksanakan perintah-perintah Allah. Semoga apa yang kita lakukan mendapat ridho dan pahala dari Allah,” katanya.
Yang menarik, tradisi tadarus ini ternyata bukan hal baru bagi Irwan Hunawa. Bahkan jauh sebelum menjabat sebagai Ketua DPRD, ia mengaku sudah rutin mengadakan tadarus Ramadhan di rumahnya.
Artinya, kegiatan ini bukan soal jabatan atau seremoni formal. Ini lebih tentang konsistensi menjaga hubungan dengan Al-Qur’an.





