Zen Seru! Komisi III DPRD Kota Gorontalo menggelar rapat kerja bareng sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) buat ngetes kesiapan pembangunan infrastruktur 2026.
Rapat ini digelar di Aula I Kantor DPRD Kota Gorontalo, Senin (09/02/26), dan dihadiri OPD teknis, termasuk Dinas PUPR.
Dalam rapat tersebut, beragam pembahasan yang dibahas. Mulai dari kesiapan perencanaan teknis, skala prioritas proyek, sampai kepastian anggaran untuk proyek-proyek strategis.
Ketua Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Ariston Tilameo, bilang ada beberapa agenda krusial yang jadi sorotan utama.
“Salah satunya rehabilitasi Gedung Bele Li Mbu’i yang direncanakan bakal disulap jadi Mall Pelayanan Publik (MPP),” ungkap Ariston.
Sorotan lainnya yang nggak kalah menarik adalah rencana pembangunan kantor Walikota Gorontalo yang baru.
Baca Juga: Cuan Parah! PAD Dari Retribusi Parkir Naik 1.000 Persen
Saat ini, proyek tersebut masih berada di tahap perencanaan awal. Dalam waktu dekat, desain kantor baru ini bakal disayembarakan.
“Anggaran untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) sudah kami anggarkan,” ungkap Ariston.
Adapun Lokasi yang direncanakan berada di kawasan eks-Terminal 42 dengan luas sekitar 1,8 hektare.
Namun, jalannya proyek ini, diakui Ariston, masih punya tantangan. Salah satunya soal pembebasan lahan.
“Kalau tidak salah data, luas lahan tersedia ada sekitar 1,8 hektare. Untuk yang pembebasan, detailnya masih menunggu data teknis lengkap,” terang Ariston.
Baca Juga: DPRD Kota Gorontalo Cek Kesiapan Pembangunan Infrastruktur 2026
Ariston juga menegaskan, realisasi pembangunan kantor Walikota baru sangat bergantung pada dukungan anggaran.
“Kalau ada suntikan dana dari pemerintah pusat, pembangunan ditargetkan bisa ngebut dan menunjukkan progres signifikan dalam satu tahun anggaran” jelas Ariston.
“Tapi kalau hanya mengandalkan PAD, pembangunan kemungkinan besar dilakukan bertahap dengan skema multiyears,” tutupnya.
Intinya, 2026 bakal jadi tahun penentuan. Gorontalo siap berubah, tinggal nunggu eksekusinya.





