Zen Seru! Kalo kamu lagi road trip dari Kotamobagu ke Gorontalo atau sebaliknya, terus tiba-tiba dihentikan warga di tengah jalan, jangan panik dulu. Bisa jadi kamu lagi masuk wilayah tradisi unik di Bolaang Mongondow Selatan.
Khususnya di Molibagu, ada satu momen dalam setahun di mana jalanan berubah jadi “zona hadang massal.” Warga Molibagu literally turun ke jalan, mencegat siapa pun yang lewat, baik kamu orang lokal, orang luar, bahkan yang benar-benar asing sekalipun.
Sekilas, vibes-nya bisa bikin deg-degan. Kamu mungkin mikir, “Ini kenapa gue dihentikan rame-rame?” Tapi plot twist-nya: kamu bukan mau diapain, kamu justru diajak makan.
Yes, literally, MAKAN GRATIS…
Tradisi ketupatan di Bolsel ini bukan sekadar perayaan biasa. Ini tentang berbagi tanpa syarat. Warga dengan penuh antusias “memaksa” kamu mampir ke rumah mereka, duduk, dan menikmati hidangan yang sudah mereka siapkan. Mulai dari ketupat, lauk khas, sampai berbagai sajian rumahan, secara gratis.
Yang bikin makin respect, semua biaya untuk acara ketupatan ini bukan dari sponsor atau dana pemerintah. Ini murni dari kantong pribadi warga Bolsel. Mereka rela keluar uang sendiri, demi satu hal: memastikan siapa pun yang lewat bisa merasakan hangatnya jadi “keluarga dadakan.”
Bayangin, kamu cuma numpang lewat, nggak kenal siapa-siapa, tapi disambut seolah kamu saudara jauh yang udah lama nggak pulang.
Di era di mana orang makin individualistis, tradisi ini jadi reminder keras bahwa keramahan itu masih hidup, dan bahkan dirayakan.
Fenomena ini cuma bisa kamu temukan di Bolsel, dan cuma terjadi setahun sekali. Jadi kalau kamu kebetulan melintas di waktu yang tepat, siap-siap aja “ditahan” bukan karena masalah, tapi karena kamu akan diperlakukan terlalu baik.
Kalau di tempat kamu, gimana? Masih ada tradisi sehangat ini, atau justru orang asing malah dihindari?






