Zen Seru! Dua isu serius disorot tajam anggota Pansus DPRD Kota Gorontalo, Darmawan Duming, terkait hewan ternak yang bebas di jalan umum kota Gorontalo, serta penanganan HIV/AIDS yang dianggap belum menyentuh realita di lapangan.
Kritik ini disampaikan Darmawan dalam rapat Panitia Khusus DPRD Kota Gorontalo yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.
Soal hewan ternak yang masih bebas berkeliaran di jalanan kota, Darmawan menilai kondisi ini bukan cuma ganggu estetika, tapi juga mencerminkan lemahnya pengelolaan kota. Ia menyoroti kurangnya penegakan dari aparat terhadap penertiban hewan lepas.
“Makanya kami juga minta Pemda bisa menyediakan biaya operasional untuk satpol-PP untuk penertiban. Ini kan sudah pernah direkomendasikan sebelumnya, namun hingga saat ini belum ada realisasi,” kata Darmawan. (06/04/26)
Menurut Darmawan, kalo kondisi ini dibiarkan terus, citra Kota Gorontalo sebagai wajah ibukota provinsi bisa tercoreng. Ia pun mendesak pemerintah untuk turun tangan serius, termasuk lewat dukungan anggaran yang lebih realistis.
Bergeser ke isu yang lebih sensitif lain, penanganan HIV/AIDS. Darmawan blak-blakan menyebut upaya yang dilakukan Pemda selama ini terkesan hanya formalitas.
“Penyuluhan dan sosialisasi menurut kami belum efektif karena tidak menyasar akar persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan harus lebih berani dan terukur. Bukan cuma sosialisasi di atas kertas, tapi juga penelusuran pola penyebaran dan intervensi langsung di komunitas yang terdampak.
”Jadi targetnya adalah memutus rantai penyebaran. Bagi kami, penyuluhan, sosialisasi atau apupun sebutannya , hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Tidak menyentuh masalah utamanya,” pungkasnya.
Ia pun mendesak Dinas Kesehatan untuk keluar dari pola konvensional dan mulai menghadirkan strategi yang lebih kreatif, adaptif, dan berdampak nyata, bukan cuma diatas kertas.





