Zen Seru! warga Kota Gorontalo lagi dibuat pusing nih karena stok BBM jenis Pertamax mulai langka di mana-mana. Dalam beberapa hari terakhir, banyak pengendara bingung karena susah banget cari bahan bakar non-subsidi ini. Beberapa titik pengisian favorit warga terpantau kosong dan tidak melayani pembelian Pertamax untuk sementara waktu. Fenomena ini tentu bikin aktivitas warga jadi sedikit terhambat karena harus mutar-mutar cari bensin.
Masalah ini ternyata berawal dari SPBU Saronde di Kelurahan Limba U1 yang belum bisa beroperasi secara maksimal. Kabarnya, ada kerusakan teknis yang bikin stok Pertamax di sana jadi kosong melompong selama beberapa hari. Oleh karena itu, para pengendara terpaksa harus berburu alternatif ke SPBU lain demi mengisi tangki kendaraan mereka. Kerusakan alat memang sering jadi kendala utama yang bikin distribusi BBM jadi tersendat di lapangan.
Situasi ini makin diperparah dengan antrean panjang yang mulai bergeser ke SPBU Tinaloga, Sudirman, hingga Andalas. Salah satu pengendara setia Pertamax bernama Yayan juga mengaku kesulitan mencari bahan bakar dalam dua hari terakhir.
“Di SPBU Saronde kosong Pertamax, akhirnya baru dapat di SPBU Sudirman sore ini,” ungkap Yayan pada Selasa (5/5/2026).
Pengalamannya membuktikan kalau stok emang lagi tipis banget dan susah didapat di lokasi biasanya.
Salah satu petugas di SPBU Tinaloga memberikan penjelasan terkait keramaian yang tidak biasa ini kepada para warga. Menurutnya, antrean panjang biasanya jadi pertanda kalau stok di tempat lain memang sedang benar-benar habis total.
“SPBU lain kayaknya ada yang sudah tidak punya stok Pertamax lagi,” ungkapnya.
Maka dari itu, wajar saja kalau SPBU yang masih punya stok langsung diserbu oleh para pengendara.
Meskipun stok Pertamax habis di beberapa tempat, suasana SPBU di Gorontalo tetap terlihat sangat ramai dan padat. Hal ini terjadi karena ada penumpukan kendaraan yang sangat luar biasa di jalur antrean Pertalite. Ternyata, banyak pengguna Pertamax yang biasanya mengisi di SPBU Saronde kini mulai beralih ke lokasi lain. Mereka terpaksa ikut mengantre di jalur subsidi karena tidak punya pilihan lain untuk menggerakkan mesin kendaraan.





