Zen Seru! Kalau selama ini zakat identik dengan bantuan konsumtif yang habis dipakai beberapa hari, di Kota Gorontalo ceritanya justru berbeda. Dana zakat disini, diarahkan jadi bahan bakar ekonomi warga dan penguat ketahanan keluarga.
Seperti yang baru-baru ini dilaksanakan BAZNAS Kota Gorontalo di Aula Bandayo Lo Yiladia (BLY), Kamis 21 Mei 2026. Baznas menggelar kegiatan pendistribusian dana zakat melalui Program Ekonomi Produktif Z-Mart dan Usaha Mikro Kecil (UMK), sekaligus penyaluran Program Kemanusiaan berupa paket logistik keluarga untuk hak asnaf fuqara dan masakin oleh BAZNAS Kota Gorontalo.
Kegiatan ini jadi pengingat kalo zakat hari ini bukan sekadar urusan memberi, tapi juga soal bagaimana bantuan bisa bikin masyarakat bertahan, tumbuh dan berkembang.
Dalam sambutannya mewakili Walikota Gorontalo, Kabag Kesra Kota Gorontalo, Sukamto Mooduto, mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan ini.
Bagi Sukamto, kesejahteraan umat merupakan salah satu bagian utama dalam ajaran Islam melalui instrumen sosial seperti zakat, infak, dan sedekah.
BACA JUGA: Oz Alum Catch-Up: Makan Malam & Ngobrol Santai Bareng Kedutaan Australia
“Kekayaan bukan untuk dinikmati sendiri, tetapi harus dibagikan kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Sukamto.
Ia juga menyoroti bahwa tantangan kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga dampak bencana masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah. Untuk itu, kehadiran Baznas sebagai mitra strategis, kata dia, ikut memperkuat upaya pemerintah menghadirkan kesejahteraan masyarakat.
“Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tapi solusi konkret untuk membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Di waktu yang sama, Ketua BAZNAS Kota Gorontalo, Mohammad Husain Rauf, dalam sambutannya memastikan bahwa seluruh pengelolaan dana zakat dijalankan dengan tiga prinsip utama, yaitu Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
“Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan harus dikelola secara transparan dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak,” kata Husain.
Husain juga menjelaskan, program yang dijalankan tahun ini merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Baznas RI Tahun 2026 dengan fokus pada lima pilar utama, yaitu Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Kemanusiaan, dan Dakwah.
BACA JUGA: Baznas Salurkan Rp. 242 juta Lebih Untuk Para Fuqara dan Masakin
Dan di momentum kali ini, dua sektor yang disentuh langsung Baznas Kota Gorontalo adalah sektor ekonomi dan kemanusiaan.
“Lewat program Z-Mart, Baznas menyalurkan bantuan modal kepada pemilik warung kelontong serta pelaku usaha mikro seperti pedagang nasi kuning dan pelaku kuliner lainnya,” ungkap Husain.
Sementara dari sisi kemanusiaan, paket logistik keluarga disalurkan sebagai jaring pengaman sosial untuk masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Dungingi, Kota Barat, dan Dumbo Raya.
Husain menegaskan, langkah ini bukan agenda simbolik satu hari, melainkan program terintegrasi.
“Agenda ini berkelanjutan dan rutin dilaksanakan pada bulan-bulan sebelumnya. Harapannya, ikhtiar ini bisa terus mengentaskan kemiskinan dan membawa keberkahan bagi masyarakat Kota Gorontalo,” pungkasnya.





