Zen Seru! Belum lama ini, Di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, dua rumah warga hangus dilalap api. Kejadiannya lagi-lagi diduga karena korsleting listrik.
Yes, listrik. Hal yang tiap hari kita pakai, bisa jadi sesuatu yang menakutkan kalo kita nggak hati-hati dan bijak dalam memanfaatkannya.
Menurut Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, sampai Maret 2026 ini aja udah ada lima kasus kebakaran. Dan yang bikin makin was-was, mayoritas penyebabnya sama, karena arus pendek listrik.
“Dari lima kejadian kebakaran yang terjadi tahun ini, mayoritas disebabkan oleh masalah kelistrikan. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujar Ismail.
Merespon peristiwa itu, Pemda langsung gerak cepat. Bareng Dinas Sosial, BPBD, dan BAZNAS Kota Gorontalo, memberikan bantuan dan dukungan bagi korban. Mulai dari beras, makanan siap saji, sampai perlengkapan rumah tangga kayak kompor dan pakaian layak pakai disalurkan.
Perhatian juga dikasih ke anak-anak korban. Buat kalian yang masih sekolah, pemerintah beri support kebutuhan belajar, mulai dari seragam sampai perlengkapan sekolah. Jadi, mimpi anak-anak korban kebakaran nggak ikut terbakar bersama rumah mereka.
Nggak ketinggalan, BAZNAS kota Gorontalo juga ambil bagian dalam memberikan dukungan kepada korban kebakaran.
Ketua BAZNAS Kota Gorontalo, Muhammad Husain Rauf, bilang kalo mereka nggak cuma hadir buat bantu di momen krisis, tapi juga ingin memastikan korban bisa bangkit lagi.
“Kami hadir tidak hanya untuk membantu kebutuhan mendesak, tetapi juga memastikan para korban bisa segera pulih. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami dalam mengelola dana umat,” ujar Husain.
Tapi di balik semua bantuan itu, Husain menitipkan harapan besar kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap listrik di rumah sendiri.
“Kami juga menghimbau agar warga dapat lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan listrik, agar kejadian serupa dapat diminimalisir,” pungkasnya.





