Zen Seru! Lagi rame nih soal isu kekerasan seksual terhadap anak di Kota Gorontalo.
Isu ini jadi sorotan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan RKPD yang digelar Jumat (6/2/2026), Kemarin.
Forum ini jadi ruang curhat sekaligus diskusi bareng antara pemerintah dan masyarakat buat bahas berbagai persoalan, termasuk kekerasan seksual terhadap anak.
Nanggapin persoalan ini, Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, negasin kalo pihaknya juga saat ini, selain fokus benahin infrastruktur atau lingkungan kota, juga memberi perhatian serius terhadap masalah sosial, khususnya yang menyangkut anak-anak usia sekolah.
Menurut Adhan, kasus kekerasan seksual terhadap anak nggak bisa cuma dibebanin ke pemerintah aja, melainkan semua pihak harus ikut ambil peran.
Baca Juga: Diduga Rem Blong, Mobil Pengangkut Ice Cream Terjang Rumah Warga
“Ini bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Adhan.
Ia juga mengingatkan kalau keluarga punya peran super penting sebagai pelindung utama anak.
”Kurangnya pengawasan di rumah dan minimnya waktu kebersamaan antara orang tua dan anak jadi salah satu faktor yang bisa membuka peluang terjadinya kekerasan,” ujar Adhan.
Sebagai langkah awal, sejak mulai menjabat, Adhan sudah mengeluarkan surat edaran yang mengajak para orang tua untuk meluangkan waktu berkualitas bareng anak setiap hari.
Nggak cuma itu, penggunaan gadget oleh anak juga jadi perhatian serius. Menurut Adhan, banyak masalah sosial yang bermula dari aktivitas digital yang kurang terkontrol.
Baca juga: Ini Dia Susunan Squad Baru PMI Kabupaten Gorontalo!
Adhan juga bilang, solusi masalah ini butuh gerakan bersama dari berbagai pihak.
“Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, sampai lingkungan keluarga harus ikut ambil bagian,” tegasnya.





