Zen Seru! Penetapan Rania Riris Ismail sebagai Komisaris di PT Bank SulutGo (BSG) bikin suhu politik dan perbankan daerah naik drastis. Bukan cuma soal jabatan strategis, tapi karena nama status: Menantu.
Penunjukan ini langsung menyeret konflik lama antara Walikota Gorontalo Adhan Dambea dan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, yang notabene adalah ayah mertua dari Riris.
Walikota Adhan Dambea nggak pakai rem. Ia menilai penempatan Ririn Ismail (Risukmasari) di posisi komisaris BSG sebagai bentuk nepotisme. Kritiknya tajam: relasi keluarga dan jabatan strategis.
Pernyataan itu langsung jadi bahan bakar perdebatan publik. Apalagi, BSG adalah bank daerah dibangun bersama oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sulut dan Gorontalo.
Menanggapi kritik tersebut, Pemprov Gorontalo melalui Pranata Humas Ahli Muda Dinas Kominfo dan Statistik, Ismail Giu, angkat bicara.
Menurut Ismail, sikap Adhan adalah hak personal. Baginya, BSG adalah korporasi mandiri yang dibangun “berdarah-darah” oleh semua daerah pemegang saham, sehingga terlalu mahal untuk digoyang hanya karena tendensi politik.
Ismail Giu juga mengingatkan publik agar tidak terjebak narasi bahwa kelolosan Ririn semata-mata karena pengaruh gubernur.
Faktanya, BSG memiliki sekitar 25 pemegang saham, termasuk satu korporasi swasta, PT Mega Corpora, serta provinsi dan kabupaten/kota se- Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Penetapan komisaris, kata dia, harus melalui mekanisme resmi dan persetujuan seluruh pemegang saham dalam RUPS.
Logikanya sederhana:
- Kalau tidak kompeten tidak lolos.
- Kalau kompeten tapi tidak disetujui tetap tidak lolos.
- Ini lolos. Artinya? Dua syarat itu terpenuhi.
“Kalau ini dibilang nepotisme, masa iya satu orang gubernur bisa meloloskan tanpa persetujuan semua pemegang saham?” tegasnya.
Publik sekarang terbelah:
- Ada yang percaya penujukan ini murni proses profesional sesuai mekanisme korporasi.
- Adapula yang menduga ada konflik kepentingan karena hubungan keluarga.
Yang jelas, polemik ini bukan cuma soal satu kursi komisaris. Ini soal trust publik, stabilitas perbankan daerah, dan relasi panas dua tokoh besar Gorontalo.






