Zen Seru! Saat banyak kegiatan sosial lembaga bergantung pada anggaran resmi, Kerukunan Keluarga Anggota DPRD (KKAD) Kota Gorontalo justru membuktikan hal sebaliknya.
Tanpa dukungan dana formal, organisasi ini tetap bergerak selama Ramadhan 1447 H, mulai dari berbagi sembako sampai tadarus Al-Qur’an yang sukses khatam. Modalnya cuma solidaritas dan iuran mandiri para anggota.
Di tengah keterbatasan dana, kerukunan keluarga anggota DPRD ini tetap menjalankan agenda sosial dan spiritual mereka.
Ketua KKAD Kota Gorontalo, Nelis I. Hunawa, mengungkapkan bahwa selama Ramadhan tahun ini setidaknya ada dua kegiatan utama yang berhasil digelar.
BACA JUGA: 30 Juz Tuntas! Ketua DPRD Kota Tutup Kegiatan Tadarusan di Kediamannya dengan Khatam Al-Qur’an
Program pertama adalah aksi berbagi paket sembako yang disalurkan kepada para tenaga pendukung di lingkungan kantor DPRD Kota Gorontalo. Sasaran utamanya adalah para pekerja yang sering luput dari sorotan, seperti petugas keamanan dan cleaning service.
“Di awal bulan suci Ramadan kemarin kami berbagi sembako. Pembagiannya kami fokuskan kepada teman-teman security dan cleaning service yang ada di kantor DPRD Kota Gorontalo,” ujar Nelis, Selasa (10/03/2026).
Meski diakui Melis jumlah bantuan yang diberikan tidak besar, menurutnya kegiatan itu menjadi bentuk apresiasi dan kepedulian kepada para pekerja yang setiap hari memastikan aktivitas di kantor DPRD berjalan lancar.
Tidak berhenti di kegiatan sosial, KKAD juga menghidupkan atmosfer spiritual Ramadhan melalui program tadarus Al-Qur’an antar-anggota. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri dan konsisten hingga akhirnya berhasil menuntaskan pembacaan Al-Qur’an sampai khatam.
BACA JUGA: Komisi I Hadang Ambisi Ketua – ketua Fraksi Minta Jatah Media
Yang menarik, seluruh kegiatan tersebut berjalan tanpa dukungan anggaran resmi. Dana yang digunakan sepenuhnya berasal dari iuran bersama para anggota KKAD.
“Kegiatan tadarus itu kami inisiasi sendiri dengan dana mandiri, karena memang ada keterbatasan anggaran. Jadi dananya dari urunan anggota,” jelas Nelis.
Bagi KKAD, keterbatasan dana bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru dari situ muncul semangat kolektif untuk tetap menjalankan kegiatan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.





