Zen Seru! Sejumlah pelaku UMKM di Kota Gorontalo dikabarkan kena pungutan liar alias pungli, khususnya yang ada dikawasan Taman Kota.
Isu ini lagi ramai dibahas. Beberapa pedagang ngaku dimintai uang sekitar Rp200 ribu supaya tetap bisa berjualan di area taman.
Praktik pungli ini jelas bikin resah, apalagi kebijakan resmi dari Pemerintah Kota Gorontalo justru lagi ngasih kelonggaran buat UMKM berkembang tanpa biaya hingga akhir Ramadhan, mendatang.
Menanggapi kabar panas ini, anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, langsung angkat suara. Ia mengajak para pedagang yang merasa dirugikan buat berani speak up.
“Foto, Video, lalu laporkan. Kami siap mengawal bahkan hingga ke ranah hukum,” ujar Totok.
BACA JUGA: DPRD Usul “Pajaki” Usaha Penyedia Langganan Internet (WIFI), Siap-siap Harga Paket Naik!
Menurutnya, laporan harus disertai bukti atau identitas oknum yang diduga melakukan pungutan supaya bisa diproses lebih lanjut.
Diketahui, Pemda kota saat ini punya kebijakan pembebasan biaya untuk UMKM, setidaknya hingga akhir Ramadhan atau setelah idul fitri.
“Tujuannya, supaya pelaku usaha kecil bisa makin berkembang dan punya peluang lebih luas. Kalau benar ada pungli, praktik ini dianggap bisa merusak program yang sudah dirancang pemerintah,” tegasnya.
DPRD sendiri berkomitmen bakal mengawal kasus ini sampai tuntas kalau terbukti ada pelanggaran hukum.
Pedagang pun diimbau jangan takut melapor kalau mengalami kejadian serupa, supaya praktik kayak gini nggak terus berulang.





