Zen Seru! Reuni biasanya identik dengan nostalgia, cerita masa sekolah, dan foto-foto bareng. Tapi alumni SMP Negeri 2 Gorontalo angkatan 1998 punya cara yang lebih meaningful buat melepas rindu di momen ramadhan dengan turun ke jalan, bagi-bagi takjil kepada pengendara.
Sabtu sore (7/3/2026), ratusan paket takjil dibagikan di kawasan Desa Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Aksi sosial ini menjadi bagian dari agenda reuni sekaligus buka puasa bersama yang digelar oleh Ikatan Alumni SPENDU ’98.
Lokasi kegiatan dipusatkan di kawasan Pondok Babojav. Menjelang azan Magrib, para alumni terlihat berdiri di tepi jalan utama Desa Toto Utara, menyapa para pengendara motor dan mobil yang melintas sambil menyerahkan paket berbuka puasa.
Ketua Alumni SPENDU ’98, Yunita Mantali, menyebut kegiatan ini sengaja dirancang bukan sekadar temu kangen, tetapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
“Ramadhan selalu jadi momen terbaik untuk berkumpul kembali. Tapi kami ingin reuni ini juga punya makna lebih, yaitu berbagi dengan masyarakat, terutama pengendara yang mungkin belum sempat menyiapkan makanan berbuka,” ujar Yunita.
Ratusan paket takjil disiapkan secara swadaya oleh para alumni sebelum dibagikan ke pengguna jalan. Aksi berbagi itu berlangsung menjelang waktu berbuka, ketika arus kendaraan mulai ramai melintas di jalur tersebut.
Beberapa pengendara tampak tersenyum saat menerima paket takjil, bahkan ada yang sempat berhenti sejenak untuk sekedar mengucapkan terima kasih.
Setelah aksi sosial selesai, para alumni kembali berkumpul di Pondok Babojav untuk melanjutkan agenda reuni sederhana dan buka puasa bersama. Momen itu menjadi ruang nostalgia bagi mereka yang sudah lama tidak bertemu sejak lulus dari SPENDU.
Menurut Yunita, kegiatan berbagi seperti ini diharapkan bisa menjadi tradisi tahunan bagi alumni SPENDU ’98.
“Silaturahmi harus terus dijaga. Tapi lebih dari itu, kami ingin alumni tetap hadir memberi manfaat bagi masyarakat, terlebih di momen ramadhan seperti sekarang ini,” katanya.
Di tengah ramainya agenda reuni, aksi kecil seperti bagi-bagi takjil ini menunjukkan satu hal: nostalgia akan selalu lebih bermakna ketika dibarengi dengan berbagi.
Ada saran nggak, tahun depan Alumni SPENDU ’98 berbagi dimana?





