Zen Seru! Lagi rame banget nih soal isu efisiensi anggaran belanja pegawai dari pusat yang bikin banyak tenaga PPPK di berbagai daerah mulai overthinking soal nasib kerja mereka, termasuk di Kota Gorontalo.
Tapi di tengah suasana yang krusial ini, Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, justru tampil beda. Dia santuy-santuy aja. Tapi bukan nggak peduli yaa, gengs!
Jadi gini, kalian pasti udah dengar kabar kalau pemerintah pusat lagi ngerem pengeluaran, termasuk belanja pegawai. Kebijakan ini menyusul adanya tekanan global lagi nggak stabil akibat konflik internasional yang bikin ekonomi ikut goyang, dan efeknya sampai ke kebijakan dalam negeri termasuk daerah-daerah.
Nah, di sinilah banyak tenaga PPPK mulai deg-degan. Wajar sih! yaa wong status kerja mereka jadi terasa nggak pasti.
Di situasi ini, Walikota Adhan Dambea justru ngeluarin statement yang menenangkan para aparat sipil yang berstatus PPPK.
“Insyaallah, kalau teman-teman PPPK rajin cari PAD, insyaallah tidak akan berimbas dan tidak akan terpengaruh. Insyaallah akan saya pertahankan,” kata Adhan dalam wawancara (31/03/26).
Straight to the point …
Artinya, masa depan PPPK di kota Gorontalo nggak cuma bergantung pada kebijakan pusat, tapi juga pada seberapa kuat daerah bisa berdiri sendiri lewat Pendapatan Asli Daerah.
Di sini, Adhan nggak cuma ngomong soal janji. Dia juga ngelempar challenge ke semua elemen daerah, terutama yang disebutnya sebagai “pejuang PAD”. Mereka ini yang jadi kunci buat menjaga stabilitas keuangan daerah tetap solid.
“Karena kalau PAD kuat, daerah punya ruang gerak lebih. Dan kalau ruang gerak ada, tenaga kerja, termasuk PPPK, nggak harus jadi korban pertama saat efisiensi datang,” tambah Adhan Dambea.
Ini bukan sekadar soal angka di APBD, tapi soal strategi bertahan di tengah tekanan global.
Buat kamu yang lagi jadi bagian dari PPPK, khususnya di kota Gorontalo, tenang aja. Masih ada harapan, tapi juga ada tanggung jawab kolektif, membantu walikota meningkatkan PAD.





