Zen Seru! Kamu mungkin pikir rekening bank itu aman 100%. Tapi gimana kalau uangmu tiba-tiba bergerak sendiri tanpa izin dan sepengatahuan kamu? Itulah yang baru aja dirasain ratusan ASN di Kota Gorontalo. Gaji mereka di potong pihak bank BTN untuk bayar hutang di bank lain tanpa notifikasi.
Ini bukan cuma soal bayar hutang, ini soal kepercayaan dan keamanan. Orang milih nyimpan uang di bank biar aman. Ini malah dibuat was-was.
Kasus ini makin panas setelah aktivis daerah, Frangkymax Kadir, buka suara. Menurutnya, pemotongan dana secara sepihak yang diduga dilakukan oleh pihak Bank BTN bukan sekadar kesalahan teknis, ini sudah masuk kategori pelanggaran serius.
“Ini bukan sekadar salah administrasi. Ini kejahatan besar di dunia perbankan,” tegas Frangkymax.
Ia menyoroti bahwa dana nasabah, dalam kondisi apa pun, tidak boleh disentuh tanpa persetujuan sah dengan alasan apapun.
Dugaan pelanggaran ini tidak berdiri sendiri. Ada empat regulasi yang disebut-sebut ditabrak pihak Bank BTN, mulai dari Undang-Undang Perbankan, aturan transparansi dari OJK, POJK Perlindungan Konsumen, hingga Kode Etik Perbankan Indonesia.
Artinya, ini bukan cuma soal internal bank. Ini sudah menyentuh sistem dan aturan nasional.
Meski dana yang sempat dipotong dikabarkan sudah dikembalikan, Frangkymax menegaskan masalah ini tidak sesederhana itu.
“Ini bukan soal uangnya balik. Ini soal trust. Kalau praktik seperti ini dibiarkan, siapa lagi yang mau percaya bank?” katanya lagi.
Dan di sinilah poin krusialnya: kepercayaan publik.
Buat kalian yang hidup di era digital, di mana semua transaksi serba online, trust itu segalanya. Sekali rusak, efeknya bisa panjang.
Frangkymax juga mendesak langkah tegas. Ia meminta manajemen BTN wilayah Indonesia Timur segera melakukan evaluasi total, bahkan sampai pada pergantian Kepala Cabang Gorontalo sebagai bentuk tanggung jawab.
Di sisi lain, tekanan juga diarahkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar tidak tinggal diam.
“Investigasi menyeluruh dinilai penting supaya kasus ini terang-benderang dan tidak jadi preseden buruk di masa depan,” katanya.
Sementara itu, pihak Bank BTN Gorontalo belum memberikan jawaban atas masalah ini.
Branch Manager, Irwan Hasbullah, saat diminta untuk memberikan keterangan, meminta pertanyaan dikirim secara resmi lewat surat dan akan dibalas dengan format serupa. Tapi sejak semalam surat dikirim redaksi Goseru, sampai saat ini belum ada respons lanjutan.





