Zen Seru! Masalah sampah di Kota Gorontalo ternyata belum sepenuhnya beres. Meski di dalam kota mulai terkendali, titik-titik perbatasan justru jadi ‘zona rawan’ penumpukan sampah dari luar daerah.
Anggota Pansus DPRD Kota Gorontalo, Darmawan Duming, mendorong Pemerintah Kota Gorontalo untuk segera ambil langkah taktis lewat kerja sama lintas daerah (MoU) dengan wilayah tetangga.
Rekomendasi ini disampaikan dalam rapat evaluasi LKPJ Kepala Daerah 2025, yang digelar Senin kemarin (06/04/26).
“Performa pengelolaan sampah di era Walikota Adhan Dambea sebenarnya sudah menunjukkan progres signifikan. Volume sampah di dalam kota turun drastis,” kata Darmawan.
Tapi, masalah belum selesai, Zen Seru!
Faktanya, masih ada titik-titik krusial di wilayah perbatasan yang jadi ‘langganan’ penumpukan. Salah satunya di Jalan AMPI, Kecamatan Sipatana, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gorontalo.
Dari hasil koordinasi dan wawancara warga, muncul fakta yang cukup bikin geleng-geleng kepala. Banyak sampah di lokasi itu ternyata diduga berasal dari luar Kota Gorontalo.
“Ternyata banyak yang membuang sampah di sana bukan warga kota,” katanya.Artinya? Problemnya bukan cuma soal pengelolaan internal, tapi juga lintas wilayah.
Karena itu, DPRD menilai solusi paling realistis adalah kolaborasi. MoU lintas daerah dianggap penting supaya penanganan sampah bisa lebih terintegrasi, termasuk dengan Kabupaten Bone Bolango.
“Olehnya, kami rasa perlu ada MoU lintas daerah, baik dengan kabupaten Gorontalo maupun dengan teman-teman yang ada di Kabupaten Bone Bolango,” ujar Darmawan.
Lagipula isu sampah ini bukan cuma urusan pemerintah, tapi juga soal kesadaran bersama. Percuma Pemda susah payah nanganin sampah, tapi masyarakat sendiri masih aja buang sampah sembarangan.





