Zen Seru! Kedepan, bayar iuran sampah bakal sekalian digabung dengan tagihan air PDAM.
Hal ini menyusul adanya rencana Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Gorontalo yang ingin menggabungkan pembayaran iuran kebersihan dengan tagihan air.
Tujuannya jelas, biar warga makin tertib bayar retribusi sampah dan pendapatan daerah juga bisa makin maksimal.
Kepala Bapenda, Zamroni Agus, bilang kalo ide ini muncul karena perbedaan basis data pelanggan antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan PDAM yang terpaut jauh.
”DLH cuma punya sekitar 6 ribu data pelanggan, sementara PDAM udah pegang sekitar 31 ribu pelanggan,” ungkap Zamroni (12/02/26).
BACA JUGA: RUPS BSG Kelar, Tapi Drama Panas Walikota dan Gubernur Masih Berlanjut!
Makanya, menurut Zamroni, database Perumda Muara Tirta dinilai lebih realistis buat dijadikan patokan penarikan iuran sampah.
”Jadi nantinya, pembayaran kebersihan bakal sekalian ikut dalam tagihan air bersih,” ucapnya.
Nah, yang bikin kebijakan ini cukup bikin deg-degan, sistemnya bakal punya konsekuensi tegas. Kalau warga nggak bayar iuran sampah, otomatis dianggap nunggak tagihan PDAM juga.
Ujung-ujungnya? Air bersih berpotensi diputus, gaiis !!
Belum lagi selama ini, penagihan iuran sampah yang dilakukan langsung ke rumah warga, kata Zamroni, sering menemui kendala.
BACA JUGA: 12 Rumah Layak Huni Kolaborasi Baznas, Perkim dan PDAM, Siap Ditempati
“Banyak warga mengaku nggak pakai jasa angkut sampah DLH dan memilih bakar sampah sendiri,” ungkap Zamroni.
“Tapi faktanya, ada juga yang buang sampah di fasilitas umum atau tempat milik warga lain yang rajin bayar iuran,” sambungnya.
Lewat rencana integrasi ini, Bapenda berharap sistem penarikan iuran bisa lebih tertib, adil, dan tentunya menambah pemasukan daerah.
Meski begitu, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan lanjutan bersama DLH dan PDAM, termasuk merumuskan aturan teknis sebelum benar-benar diterapkan.





