Zen Seru! Dalam rapat Paripurna penyampaian rekomendasi atas LKPJ Walikota Gorontalo, yang berlangsung semalam, sampah menjadi isu yang paling disorot DPRD. Bukan cuma numpuk, tapi jumlah produksinya melonjak tajam.
Bertempat di Aula I Kantor DPRD Kota Gorontalo, Senin malam (20/04/26), rapat paripurna terkait rekomendasi LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 resmi dituntaskan.
Wakil Ketua II DPRD Kota Gorontalo, Rivai Bukusu, memastikan proses evaluasi berjalan tuntas dan menghasilkan sejumlah catatan penting buat pemerintah daerah.
“Alhamdulillah kami dari DPRD Kota Gorontalo telah menyelesaikan rapat paripurna terkait rekomendasi terhadap LKPJ kepala daerah Tahun Anggaran 2025,” ujar Rivai
“Dari hasil evaluasi pansus ada beberapa rekomendasi yang dilahirkan oleh DPRD mengenai laporan pertanggungjawaban Walikota. Dan tadi juga sudah dijawab oleh Wakil Walikota, nantinya akan ditindaklanjuti oleh Pemda Kota,” lanjut Rivai.
BACA JUGA: Bukan Pakai Kebaya, Ini Cara P3IKM Memaknai Hari Kartini!
Nah Zen Seru, dari sekian banyak isu, persoalan sampah menjadi salah satu yang paling disorot DPRD dalam rekomendasinya.
Gimana nggak jadi sorotan, wong jumlah produksinya perhari nggak main-main. 90 ton sampah perhari! Gila nggak, tuh!?
“Produksi sampah di Kota Gorontalo saat ini per harinya sudah mencapai 90 ton,” ungkap Rivai.
Yes, kalian nggak salah baca. 90 ton sampah per hari, wooiiy! Dan itu berasal dari berbagai sumber, mulai dari rumah tangga, usaha, sampai sektor perhotelan.
BACA JUGA: DPRD Mencium Dugaan Potensi Kebocoran Pajak Disektor Pajak Kendaraan!
Lonjakan ini bikin DPRD serius dan menekan pemerintah daerah buat segera cari solusi konkret.
“Teman-teman dari DPRD sangat menitikberatkan masalah ini dan mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi agar tidak terjadi penumpukan sampah yang tentunya akan merusak wajah ibu kota provinsi Gorontalo,” tutup Rivai.
Zen Seru, ini juga sebenarnya bukan cuma urusan pemerintah, tapi juga soal kebiasaan kita sehari-hari, yang belum cukup bijak buat ngelola sampah kita sendiri.
Kalau produksi sampah terus naik tanpa solusi, bukan cuma estetika kota yang kena, tapi juga kesehatan dan lingkungan kita juga.





