Zen Seru! Pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor diduga belum optimal, bahkan disebut belum jelas, apakah angka yang masuk sudah sesuai dengan jumlah kendaraan yang beredar di Kota Gorontalo.
Isu ini disorot dalam rapat Paripurna DPRD dalam rangka penyampaian rekomendasi terhadap LKPJ Kepala Daerah TA 2025, Senin (20/04/26) kemarin.
“Kami menilai, data antara jumlah kendaraan dan realisasi pajak masih belum sepenuhnya sinkron,” kata Suryadi Antule dalam penyampaian rekomendasi DPRD, dalam forum (20/04/26).
Nggak cuma itu aja. DPRD juga nyorotin fenomena kenderaan berplat luar daerah yang diduga dimiliki oleh warga kota Gorontalo. bagi DPRD, Ini jadi celah besar yang bikin potensi pajak daerah lari ke wilayah lain.
“Oleh sebab itu, kami mendorong Pemda untuk mengidentifikasi kendaraan berplat luar, tapi pemiliknya warga Kota Gorontalo. Jika ditemukan, maka perlu ada pendekatan agar mereka mau mengganti plat ke Gorontalo,” lanjut Suryadi.
Langkah ini dianggap krusial supaya pajak kendaraan bisa masuk ke kas daerah sendiri, bukan malah dinikmati daerah lain.
Oleh karena itu, biar lebih konkret, DPRD ngasih beberapa dorongan strategis buat Pemkot Gorontalo:
- Memperkuat koordinasi dengan Samsat untuk validasi data jumlah kendaraan.
- Menyajikan data realisasi pajak kendaraan yang transparan dan akurat.
- Melakukan pendataan ulang kendaraan milik warga Gorontalo yang masih pakai plat luar daerah.
Ini bukan sekadar soal plat nomor, Zen Seru! Tapi soal potensi PAD yang bisa dipakai buat pembangunan kota kita juga, yaaa kan?





