‎Anggaran Satu Hari MBG Sama Dengan 480 Unit Rudal Hypersonic

‎‎OPINI | Zen Seru! Setiap hari, negara mengeluarkan sekitar Rp1,2 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak dijalankan. Angka ini terdengar seperti statistik anggaran biasa, sampai publik membandingkannya dengan harga teknologi militer paling mutakhir di dunia: rudal hipersonik.

‎‎Secara matematis, dana sebesar itu setara dengan sekitar 470 unit rudal hipersonik Fattah-2 milik Iran. Perbandingan ini langsung memantik diskusi panas di ruang publik.‎‎

Dalam diskusi publik khususnya thread media sosial, angka itu mulai dibandingkan dengan berbagai hal ekstrem. Salah satunya adalah harga teknologi militer kelas dunia: rudal hipersonik Fattah-2 yang dikembangkan Iran.‎‎

Berdasarkan estimasi sejumlah analis militer, satu unit rudal tersebut diperkirakan bernilai sekitar 150 ribu dolar AS. Dengan asumsi kurs sekitar Rp16.850 per dolar, harga satu rudal berada di kisaran Rp2,5 miliar.‎‎

Jika dihitung secara kasar, dana Rp1,2 triliun yang dikeluarkan negara setiap hari untuk program MBG setara dengan sekitar 480-an rudal hipersonik Fattah-2.

‎‎Tentu saja, opini ini bukan dorongan untuk pembelian senjata. Ini hanya ilustrasi matematis yang menunjukkan seberapa besar skala belanja negara dalam satu hari saja.‎‎Rudal Fattah-2 sendiri bukan senjata biasa. Sistem ini disebut sebagai salah satu teknologi militer paling canggih yang dimiliki Iran saat ini.

‎‎Rudal tersebut menggunakan konsep Hypersonic Glide Vehicle (HGV), kendaraan luncur yang melesat di atmosfer dengan kecepatan hipersonik dan mampu bermanuver tajam selama penerbangan.‎‎

Beberapa laporan menyebutkan spesifikasinya mencakup: Jangkauan sekitar 1.500 kilometer, kecepatan lebih dari mach 5 pada fase terminal, sistem pendorong berbahan bakar padat, hingga kendaraan luncur yang mampu mengubah arah secara ekstrem.

‎‎Karena kemampuan manuvernya itu, rudal jenis ini dianggap jauh lebih sulit dicegat dibandingkan rudal balistik konvensional. Jalurnya bisa berubah-ubah saat mendekati target, membuat sistem pertahanan udara kesulitan memprediksi lintasan.‎‎

Sejumlah laporan media internasional bahkan menyebutkan bahwa Fattah-2 mulai digunakan dalam operasi militer Iran di kawasan Timur Tengah pada periode konflik yang memanas antara Februari hingga Maret 2026.‎‎

Namun perlu digaris bawahi adalah: tulisan ini hanya sebuah opini yang ingin menunjukkan berapa besar skala anggaran negara dalam program MBG, dan sebuah ‘andai-andai’ penulis jika anggaran sebesar itu ditujukan untuk membuat rudal yang sama, betapa kuat militer negara kita.

‎‎Catatan akhir untuk pembaca:

Share this news

Related Posts

HIV Meledak di Gorontalo: Seks Sesama Jenis Jadi Salah Satu Penyumbang Terbesar!‎‎

TAJUK | Zen Seru! Lonjakan kasus HIV di Gorontalo nggak bisa lagi dipandang sebelah mata. Bukan cuma angka kasus yang bikin kaget, tapi juga fenomena sosial di baliknya, mulai dari…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *