Zen Seru! Menjelang euforia Lebaran, keluhan publik, khususunya ASN soal layanan perbankan Bank BTN di Kota Gorontalo sempat menuai kritik. Mulai dari isu minimnya mesin ATM, aplikasi mobile banking yang disebut lambat, hingga sulitnya menukar uang pecahan kecil. Sorotan itu bahkan sampai ke meja parlemen Kota Gorontalo.
Di tengah riuh kritik tersebut, Bank Tabungan Negara (BTN) akhirnya buka suara.
Bank pelat merah itu menegaskan bahwa fasilitas layanan mereka di kota Gorontalo sebenarnya masih dalam kategori memadai, bahkan sedang dipersiapkan penambahan mesin baru untuk memperkuat akses transaksi masyarakat.
”Saat ini, BTN mencatat terdapat 17 mesin ATM dan CRM yang beroperasi di wilayah Gorontalo, dengan 13 unit di antaranya berada di Kota Gorontalo,” ungkap Pj Branch Manager KC Gorontalo BTN, Irwan Hasbullah.
Tak berhenti di situ, BTN juga, kata Irwan Hasbullah, tengah memproses penambahan empat mesin ATM/CRM baru yang rencananya akan ditempatkan di beberapa titik strategis di kota tersebut.
Selain itu, ekosistem layanan nasabah juga tidak hanya bertumpu pada mesin ATM milik sendiri. Sebagai bagian dari jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), nasabah BTN juga bisa bertransaksi melalui ATM bank anggota Himbara lain yang memiliki logo LINK, yang tersebar di berbagai lokasi.
“Artinya, akses transaksi tunai bagi nasabah sebenarnya jauh lebih luas dari sekadar mesin ATM BTN semata,” kata Irwan.
Soal Aplikasi BALE, BTN Tegaskan Sistem Aman
Di sisi digital, keluhan terkait aplikasi mobile banking BALE juga ikut menjadi perhatian. Beberapa pengguna sebelumnya mengeluhkan aplikasi tersebut terasa lambat saat digunakan.
Menanggapi hal itu, Irwan Hasbullah memastikan tidak ada gangguan sistem pada aplikasi tersebut hingga saat ini.
Menurutnya, jika terjadi kendala saat menggunakan aplikasi, kemungkinan besar dipengaruhi oleh kualitas jaringan internet dari perangkat pengguna, bukan dari sistem aplikasi itu sendiri.
Tukar Uang Lebaran Bukan Sepenuhnya di Tangan Bank BTN
Isu lain yang ikut mencuat menjelang Idul Fitri adalah sulitnya mendapatkan uang pecahan kecil untuk kebutuhan “Zakati” Lebaran, tradisi yang masih sangat kuat di masyarakat Gorontalo.
Irwan Hasbullah menjelaskan, mekanisme penukaran uang rupiah untuk masyarakat umum sebenarnya diatur langsung oleh Bank Indonesia. Sistemnya kini menggunakan skema pemesanan daring melalui platform resmi bernama Si PINTAR.
”Melalui situs tersebut, masyarakat harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu untuk mendapatkan jadwal penukaran uang,” ujarnya.
Dalam mekanisme ini, BTN hanya berperan sebagai bank penyalur yang menjalankan layanan penukaran sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia.
Sorotan terhadap layanan perbankan Bank BTN ini sebelumnya muncul dari berbagai keluhan masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Gorontalo.
Isu tersebut bahkan mendapat perhatian dari DPRD Kota Gorontalo. Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Herman Haluti, menegaskan bahwa bank harus siap memberikan layanan yang sebanding dengan dana masyarakat yang mereka kelola.
“Jangan hanya mengelola uangnya, tapi tidak siap memberikan fasilitas layanannya,” tegas Herman.
Kini publik menunggu apakah klarifikasi BTN tersebut akan diikuti dengan peningkatan layanan nyata di lapangan, terutama menjelang momentum Lebaran, ketika kebutuhan transaksi masyarakat biasanya melonjak tajam.





