Zen Seru! Belum reda viral di SMK Negeri 1 Mananggu, kini giliran SDN 10 dan SDN 12 Tibawa yang jadi bahan omongan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harusnya jadi solusi asupan sehat anak sekolah, justru menuai tanda tanya.
Fenomena ini mencuat setelah RD, salah satu orang tua siswa di SDN 12 Tibawa, membagikan foto menu MBG yang diterima anaknya kepada jurnalis Goseru.
Dalam foto tersebut terlihat isi paket yang terdiri dari:
- Satu bungkus kecil abon
- Satu bungkus kerepek tempe
- Satu bungkus roti
- Satu buah jerukSekilas terlihat simpel.
Tapi justru di situlah masalahnya.
RD mempertanyakan nilai gizi dari paket makanan tersebut. Menurutnya, menu itu terasa lebih mirip snack ketimbang makan bergizi untuk anak sekolah dasar yang sedang dalam masa pertumbuhan.
BACA JUGA: MBG Rp15 Ribu Cuma Roti, Kacang & Tempe? Warganet: Eyy Menang Banyak!
Isu ini langsung mengingatkan pada kasus serupa yang kemarin viral di SMK Negeri 1 Mananggu. Saat itu, kualitas dan kelayakan menu MBG juga jadi sorotan tajam masyarakat.
Secara umum, program MBG digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui asupan nutrisi yang seimbang: karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.
Namun, jika komposisinya hanya roti, abon kemasan kecil, camilan tempe kering, dan jeruk, orang tua wajar bertanya: apakah itu sudah memenuhi standar gizi harian anak?
Programnya udah keren dikonsep, tapi realisasinya, aaahh sudahlah .. 😩🙄





