Pemkot Warning PKL! Tertib Mandiri Atau Ditertibkan Secara Paksa

Zen Seru! Menjelang pelantikan Walikota Gorontalo terpilih, ada kabar penting buat para Pedagang Kaki Lima (PKL)!

Pemerintah Kota Gorontalo meminta mereka untuk segera mengosongkan trotoar di depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) demi menciptakan kawasan yang lebih tertib dan nyaman.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tantrib) Satpol-PP, Ramli Taliki, jelasin kalo pemerintah udah ngasih toleransi sejak 2019.

“Kami sudah banyak memberi kesempatan kepada PKL di kawasan ini. Ini juga sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah,” ujarnya.

Para PKL diminta untuk sementara memanfaatkan lahan kosong, seperti halaman rumah atau toko, sebagai tempat berjualan.

“Pemindahan ini direncanakan agar PKL tetap bisa berjualan di tempat yang lebih tertata,” tambah Ramli.

Bukan tegaan yaa, Zen Seru! Langkah ini diambil untuk menciptakan suasana kota yang rapi dan mendukung kelancaran lalu lintas dikawasan kampus UNG yang terbilang padat. Terlebih trotoar yang dibangun untuk pejalan kaki, justru saat ini dipakai PKL untuk berjualan.

Pemkot Gorontalo berharap para PKL bisa mendukung penataan ini dan mengikuti arahan yang diberikan.

Tenang aja, Zen Seru! Pemkot juga akan terus mendampingi para pedagang selama masa transisi ke lokasi baru.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

Ribuan ASN dan Masyarakat Geruduk Polda Gorontalo

ZEN SERU! Ribuan ASN dan Aliansi Masyarakat Kota Gorontalo Bersatu (AMKGB) rame-rame geruduk Polda Gorontalo, Rabu, (14/10/26) kemarin. Mereka turun ke jalan buat ngasih dukungan kepada Wali Kota Adhan Dambea,…

Share this news

Jubir: Solidaritas ASN untuk Wali Kota Bukan Bentuk Intervensi Hukum

ZEN SERU! Kalo ribuan ASN kompak ngasih dukungan ke kepala daerahnya, apakah itu otomatis diartikan mereka sedang mengintervensi proses hukum? Eits, entar dulu gengs! Jangan main judge secepat kilat! Kayak…

Share this news

One thought on “Pemkot Warning PKL! Tertib Mandiri Atau Ditertibkan Secara Paksa”