Zen Seru! Komplain soal sampah di kota Gorontalo akhirnya sampai ke telinga orang nomor satu di kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Merespon keluhan warganya, Walikota yang dikenal dengan tagline “Torang Bikin Bae” ini akhirnya angkat suara.
”Armada sudah kami maksimalkan, sistem bakal dibenahi, tapi warga juga kami minta untuk jangan cuma jadi penonton,” kata Adhan dalam wawancara (24/02/26).
Dalam pernyataannya, Adhan mastiin Pemda udah ngerahin armada pengangkut sampah secara optimal buat menanggulangi tumpukan sampah di kawasan kota Gorontalo.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menghadirkan armada-armada baru untuk mengangkut menanggulangi sampah di Kota Gorontalo dapat,” tegasnya.
Targetnya jelas: operasi angkut harus rutin, menyentuh semua lingkungan, dan nggak ada lagi cerita sampah nginap berhari-hari di pinggir jalan.
Tapi, Adhan juga lempar warning: ini bukan kerja satu arah. Pemerintah bisa all out, tapi kalau warga masih cuek buang sampah sembarangan atau nggak patuh jadwal angkut, ya problem bakal looping terus.
“Tapi jangan juga hanya berharap semua pada pemerintah, sementara masyarakat juga tidak disiplin menjaga kebersihan,” sentilnya.
Pesannya simpel tapi menohok: disiplin buang sampah di tempatnya dan patuhi jadwal pengangkutan. Karena percuma armada nambah kalau kesadaran minim.
Adhan juga mengingatkan pentingnya bayar iuran kebersihan Rp25 ribu per bulan. Nominal yang relatif ringan itu, kata Adhan, jadi bahan bakar operasional armada dan petugas di lapangan.
Dan biar nggak ada lagi alasan “lupa bayar”, ke depan Pemkot bakal pakai sistem terpadu bareng Perumda Muara Tirta (eks-PDAM).
Skemanya: Iuran sampah bakal langsung dipotong saat warga bayar tagihan air.
“Iuran sampah akan dipotong langsung saat warga membayar tagihan air supaya pembayarannya lebih tertib dan tepat waktu,” tutupnya.





