‎Yasin Dilo Ungkap 3 Celah yang Bikin Bantuan Sosial Sering Salah Sasaran!‎‎

Zen Seru! Pernah nggak sih, kamu ngerasa bantuan sosial kadang nggak tepat sasaran? Nah, isu ini lagi dapat sorotan dari anggota DPD RI, Yasin Usman Dilo. Ia menilai, sistem bansos selama ini masih banyak yang “abu-abu”.‎‎

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bareng Kemensos RI, Yasin Dilo menyoroti sistem bantuan sosial selama ini menurutnya masih rawan salah sasaran dan berisiko disalahgunakan.

‎‎Dalam pernyataan yang ia bagikan di laman Facebook pribadinya, Yasin Dilo nge-highlight tiga poin krusial yang menurutnya wajib dibenahi total.‎‎

Pertama, soal audit besar-besaran untuk petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).‎‎

“Audit ini krusial untuk memastikan integritas penyaluran bantuan di lapangan. Pengawasan harus diperketat agar tidak ada celah penyimpangan,” kata Yasin, dikutip dari laman Facebook pribadinya (16/04/26).

‎‎Kedua, yang nggak kalah penting adalah transparansi penentuan penerima bansos, terutama buat masyarakat di Desil 5 dan 6. Ini yang disebut sebagai “wilayah abu-abu” oleh Yasin Dilo.

‎‎Artinya, Zen Seru, ada kelompok masyarakat yang posisinya nanggung. Nggak miskin banget, tapi juga belum stabil secara ekonomi. Nah, kalau indikatornya nggak jelas, bantuan bisa salah alamat.‎‎

Ketiga, soal keamanan data warga di sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional. Yasin wanti-wanti banget soal ini.‎‎

“Perlindungan data pribadi harus ditingkatkan untuk mencegah penyalahgunaan,” katanya.‎‎

Nggak berhenti di situ, dia juga dorong sinkronisasi penuh antar data nasional, mulai dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, data pemerintah daerah, sampai DTSEN. Tujuannya biar nggak ada lagi tuh cerita data dobel atau penerima bansos yang tumpang tindih.‎‎

Di sisi lain, Yasin juga nyentil kondisi para pendamping PKH yang selama ini kerjanya berat tapi statusnya belum jelas.‎‎

“Perlu kepastian status dan peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya.‎‎

Dia juga minta jumlah pendamping ditambah, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang masih kekurangan tenaga.

‎‎Sebagai penutup, Yasin dorong kolaborasi lebih kuat antara DPD RI dan program sosial pemerintah di daerah.‎‎

“Keterlibatan DPD penting untuk memastikan aspirasi masyarakat lokal terserap langsung dalam kebijakan pusat,” tutupnya.

‎‎Jadi Zen Seru, dengan sorotan ini, pertanyaannya sekarang, apakah sistem bansos kita siap buat di-upgrade jadi lebih transparan dan tepat sasaran? Atau masih bakal terus ada “zona abu-abu” yang bikin bantuan meleset?‎

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

Pertalite Bakal Dibatasi? Bikin Panic Buying, Pemkot: Stok Aman, Isunya Hoaks

ZEN SERU! Pemerintah Kota Gorontalo memastikan stok Pertalite masih tersedia dan tidak ada kebijakan pembatasan distribusi seperti isu yang ramai beredar.‎‎ Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gorontalo,…

Share this news

LOKAL BANGGA! House Of Abhiee Pamer Karya Mengagumkan di IFW 2026!

Zen Seru! Dunia fashion Tanah Air kembali dikejutkan oleh aksi memukau dari desainer berbakat Gorontalo. Yup, desainer Abhie sukses memamerkan deretan karya House of Abhiee di panggung Indonesia Fashion Week…

Share this news