1860 Aparat Desa di kabupaten Gorontalo Tuntut Pembayaran Siltap dan Tunjangan ke DPRD Provinsi

GORONTALO SERU – Asosiasi Aparat Desa Kabupaten Gorontalo mendatangi Kantor DPRD Provinsi Gorontalo untuk menyampaikan keluhan terkait belum dibayarkannya siltap dan tunjangan selama tiga bulan terakhir.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Poha, menyatakan bahwa kehadiran asosiasi tersebut bertujuan untuk menyalurkan aspirasi mereka.

“Kami di Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo menerima mereka, dan semua aspirasi akan kami tampung serta bicarakan dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang merupakan pengawas bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo,” jelas Fadli Poha.

Menurut Fadli Poha, terdapat sekitar 1860 aparat desa di Kabupaten Gorontalo yang belum menerima hak mereka dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Oleh karena itu, asosiasi meminta Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo untuk memediasi masalah ini agar dapat segera terselesaikan.

BACA JUGA:

Satpol PP Kota Gorontalo Tindak Pedagang Nakal dengan Pendekatan Humanis

Aparat Desa

“Seluruh desa di Kabupaten Gorontalo, yang jumlahnya mencapai 1860 aparat desa, terpengaruh oleh masalah ini,” tambahnya.

Mereka meminta agar DPRD Provinsi Gorontalo dapat berperan aktif dalam memediasi dan mengkomunikasikan masalah ini dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Menanggapi hal ini, Fadli Poha berjanji akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut. Ia menyatakan bahwa Komisi I akan segera menjadwalkan pembahasan aspirasi ini secepatnya, meskipun agenda kerja Komisi I hingga minggu depan masih sangat padat.

Share this news

Related Posts

‎Kritik Soal Perjalanan Dinas Dijawab DPRD Dengan Hak Imunitas

Zen Seru! Ketua DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Gorontalo, Jhojo Rumampuk, mengecam keras pernyataan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Dunda, yang mengancam akan menggunakan hak imunitasnya terkait…

Share this news

‎Dugaan Pungli “Klinik Akreditas”, Satu Persatu Mahasiswa Mulai Buka Suara: Ancam Nilai Ditahan!‎‎

Zen Seru! Setelah isu dugaan pungli berkedok “klinik akreditasi” dipublis, satu per satu mahasiswa di salah satu kampus yang identik dengan warna ungu di Gorontalo, mulai speak up. ‎‎ Ceritanya…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *