Diduga Pungli! Mahasiswa Dipalak Rp580 Ribu Berkedok “Klinik Akreditasi”‎‎

Zen Seru! Seorang mahasiswi tingkat akhir di salah satu kampus di Gorontalo ngaku diminta bayar Rp580.000 dengan alasan biaya “klinik akreditasi”. ‎‎

Kronologi: “Katanya Harus Bayar, Jadi Saya Bayar…”‎‎

Kabar ini pertama kali mencuat dari pengakuan seorang mahasiswi yang identitasnya minta dirahasiakan. Ia mengaku dimintai uang sebesar Rp580 ribu oleh pihak fakultas.‎‎

“Saya diminta bayar Rp580 ribu. Katanya untuk biaya klinik akreditasi. Saya sempat tanya kejelasan soal biaya itu, tidak ada jawaban pasti. Hanya dibilang harus bayar. Jadi saya bayar,” ungkapnya, Kamis (27/02/26).

BACA JUGA: ‎Resmi, Pemda Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Tahun Ini Sebesar Rp45 Ribu Perjiwa

Yang bikin makin bikin alis mengkerut, nggak ada penjelasan detail soal dasar hukum atau rincian penggunaan dana tersebut. Pokoknya wajib bayar aja. TITIK !!‎‎

Secara Aturan, Emang Boleh?

‎‎Kalau kita buka regulasi, dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, pemerintah sudah menegaskan komitmennya bahwa:‎‎

  • Biaya akreditasi wajib perguruan tinggi ditanggung oleh negara dan institusi.‎
  • Bukan dibebankan ke mahasiswa.‎‎

Artinya, secara normatif, mahasiswa cuma wajib bayar komponen resmi seperti UKT, SPP, biaya pendaftaran, atau wisuda. ‎‎Kalau ada tambahan dengan label “biaya akreditasi” tanpa dasar hukum yang jelas dalam struktur pembiayaan kampus, itu bisa masuk kategori pungutan liar.‎‎

Kalau istilah “klinik akreditasi” yang dimaksud kampus merujuk pada program internal, misalnya workshop atau helpdesk buat dosen dan pengelola prodi buat nyusun dokumen akreditasi, maka itu murni urusan manajemen internal kampus. Mahasiswa nggak bisa jadi subjek pembiayaan.‎‎

BACA JUGA: ‎Zakat Buat MBG, Baznas RI: BIG NO!‎‎

Pertanyaannya sekarang:‎Kenapa mahasiswa yang diminta bayar? Dan berapa yang udah bayar?

‎‎Sampai sekarang belum ada info jelas sejak kapan pungutan ini mulai berlaku dan sudah berapa mahasiswa yang setor Rp580 ribu, bahkan ada yang nyebut Rp586 ribu. ‎‎

Hingga berita ini diturunkan, pihak fakultas kampus belum memberikan klarifikasi resmi. Mereka baru menjadwalkan pertemuan pada Senin (02/03/26) pekan depan.‎‎

Publik sekarang menunggu:‎ Apakah ini murni aturan administrasi? Atau benar ada praktik pungli yang terselubung di kampus berbasis agama tersebut?‎

Share this news

Related Posts

Vibe-nya Positif Banget! Ketika Para Bocil Masuk Dapur ASTON Gorontalo and… “Let Them Cook”

Zen Seru! ASTON Gorontalo Hotel & Convention Center baru saja sukses menggelar acara seru bertajuk “Junior Chef Cooking Class”. Agenda edukatif ini diadakan pada hari Jumat, 22 Mei 2026 yang…

Share this news

‎Pengusaha Kecil di Kota Gorontalo Dapat Suntikan Modal Rp3,5 Juta Dari Baznas

Zen Seru! Baznas Kota Gorontalo kembali menyalurkan dana zakat lewat program ekonomi produktif untuk pelaku Usaha Mikro Kecil atau UMK dan program Z-Mart, sekaligus mendistribusikan bantuan kemanusiaan berupa paket logistik…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *