Zen Seru! Ngomongin soal kesetaraan gender, kadang topik ini masih suka disalahpahami atau bahkan dipolitisasi. Sebab, masih banyak yang mikir kalau bicara gender, ya pasti soal perempuan. Padahal isu Gender tak selamanya hanya soal perempuan.
Penegasan ini disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Veronica Tan, saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi rakor Pogja PUG Provinsi Gorontalo, di Holonthalo Ballroom, Rabu sore (08/10).
“Sering kali kalau bicara gender, orang langsung berpikir soal perempuan saja. Padahal, isu gender itu juga bisa menyangkut laki-laki, terutama di daerah-daerah yang justru memiliki banyak kasus yang melibatkan laki-laki dan anak-anak,” ujar Veronica Tan.
Dalam pandangannya, isu gender bukan tentang siapa yang lebih unggul, tapi tentang bagaimana semua pihak, baik perempuan maupun laki-laki, punya kesempatan yang sama buat tumbuh dan berkontribusi.
Salah satu langkah nyata dari Kementerian PPA adalah memperkuat UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) di tiap provinsi.
Tujuannya jelas: biar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa ditangani lebih cepat, lebih tuntas, dan lebih manusiawi.
“Kita dorong kolaborasi antara UPTD dan kepolisian agar proses penanganan dan penegakan hukum bisa lebih efektif,” kata Veronica.
“Penguatan UPTD ini juga mencakup kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kepolisian Daerah (Polda) yang rencananya tahun depan akan lebih diintensifkan di 11 direktorat,” tambah Veronica.
Tapi perjuangan nggak berhenti di situ. Veronica juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai pondasi utama perubahan sosial.
“Ujung dari semua ini adalah bagaimana perempuan punya kemandirian ekonomi. Karena ketika perempuan berdaya secara ekonomi, banyak persoalan sosial bisa terselesaikan,” ujarnya.
Kementerian PPA sendiri saat ini, kata Veronica, sedang fokus memperkuat program kolaboratif untuk mendorong partisipasi perempuan di berbagai bidang, dari rumah tangga sampai kegiatan sosial dan ekonomi.
“Kami juga sedang berbenah secara internal, memperbaiki SOP, memperjelas jenjang karier, dan memastikan setiap pegawai perempuan mendapat penghargaan yang adil atas kinerjanya,” ucapnya.
“Kalau sistem di dalam kementerian sehat, kerja lintas sektor juga bakal lebih solid,” pungkasnya,” tutupnya.






