Zen Seru! Usai Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo resmi ngeluarin surat rekomendasi pencopotan Kadispora, Danial Ibrahim, sebuah pesan penuh empati muncul di linimasa Facebook anggota Komisi IV, sekaligus sahabat karib Kadispora, dr. Desriyanti Tuna.
Isi pesannya bukan sindiran, bukan pula kritik pedas. Justru sebuah dorongan moral yang bikin warganet ikut tersentuh.
Dalam unggahannya, Desriyanti mengingatkan bahwa Gorontalo Half Marathon (GHM), yang belakangan jadi sorotan publik, hanyalah sebuah event.
Desriyanti bilang kalo karier Danial Ibrahim nggak seharusnya dipersempit hanya karena dinamika satu kegiatan, yang belakangan jadi panggung politik panas.
“Karirmu bukan hanya berakhir dalam sebuah event ini. Masih ada langkah besar yang menjadi tanggung jawabmu nanti, yang lebih proporsional dengan gelar doktormu,” tulis Desriyanti dilaman Facebooknya (26/11).
Desriyanti juga jelasin kalo Komisi IV ngeluarin rekomendasi pencopotan Danial bukan untuk menjatuhkan, melainkan meredam gejolak politik yang sudah makin kontroversial.
“Rekomendasi ini bukan untuk menjatuhkan seorang doktor yang santun dan cerdas (sahabat sekelas saya), tapi menjadi langkah awal karirmu lebih cemerlang ke tempat yang lebih sesuai,” tulisnya.
Ia juga nyelipin harapan, berharap penyelenggaraan GHM kedua tahun 2025 bisa menjadi lebih sukses dan menjadi hadiah indah di ulang tahun Provinsi Gorontalo.
Unggahan tersebut cepat menyebar, memicu beragam respons di media sosial. Banyak yang mengamini pernyataan Desriyanti, dan mengakui jika Danial hanyalah korban politisasi.
Pesan penghargaan penuh haru dan energi positif Desriyanti kepada Kadispora Danial ini menghadirkan narasi baru:





