Zen Seru! Selama 6 bulan terakhir di tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Gorontalo mengarahkan fokus programnya pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan.
Upaya ini adalah sebagai bagian dari implementasi 10 program prioritas nasional BAZNAS. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.
Fokus tersebut diwujudkan melalui sejumlah program unggulan pada periode Juli–Desember 2025, terutama di sektor ekonomi kreatif dan produktif.
BAZNAS Kota Gorontalo menyalurkan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM dari kalangan mustahik, disertai pelatihan intensif agar usaha yang dijalankan berkelanjutan.
Program ini sejalan dengan skema nasional seperti BAZNAS Microfinance, yang menargetkan mustahik tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan bertransformasi menjadi muzakki di masa depan.
Selain penguatan ekonomi, BAZNAS Kota Gorontalo juga mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting.

(Foto:baznas.go.id) Rakor tim percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim
Dukungan tersebut diselaraskan dengan program prioritas seperti Rumah Sehat BAZNAS (RSB), yang menyasar peningkatan kualitas hidup keluarga rentan melalui pendekatan kesehatan dan lingkungan.
Dari sisi kelembagaan, BAZNAS Kota Gorontalo memperkuat sinergi lintas sektor. Kolaborasi dijalin dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan pasar kerja.

(Foto: baznas.go.id) BAZNAS Kota Gorontalo gelar pelatihan mekanik
Sinergi ini dipandang strategis untuk memperluas dampak zakat agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penguatan koordinasi juga dilakukan melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara yang digelar pada November 2025.
Rakorda ini menjadi forum penyatuan visi dan strategi antar-BAZNAS daerah dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen penanggulangan kemiskinan, sejalan dengan kebijakan nasional.
Di internal organisasi, BAZNAS Kota Gorontalo menjalankan resolusi Rakornas BAZNAS 2025, dengan fokus pada penguatan manajemen, regulasi, sumber daya manusia, infrastruktur, serta pengembangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa dan kelurahan.
Secara keseluruhan, selama paruh kedua 2025, BAZNAS Kota Gorontalo tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi mendorong perubahan nyata dalam kehidupan mustahik.
Pendekatan ekonomi produktif dan kolaborasi kelembagaan menjadi kunci untuk memperluas dampak zakat, dengan target jangka panjang menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing.





