‎Kontingen Papua Pegunungan, Langsung Ketagihan Kuliner Gorontalo

ZEN SERU! Siapa bilang lidah dari daerah berbeda nggak bisa langsung nyambung? Buktinya, rombongan peserta PENAS XVII dari Kontingen Papua Pegunungan langsung mencicipi salah satu identitas kuliner Gorontalo yang terkenal ekstrem soal rasa pedas. ‎‎

Bertempat di D’Nan Coffee, Jalan HB Jassin, Kelurahan Limba B, Kota Gorontalo, Rabu malam (17/06/2026), peserta PENAS XVII kontingen Papua Pengunungan tampak menikmati beragam menu khas Gorontalo, termasuk sang primadona kuliner: Ayam Iloni.‎‎

Ayam Iloni bukan sekadar ayam bakar biasa. Kuliner khas Gorontalo ini terkenal dengan racikan rempah dan sensasi cabai yang bikin lidah langsung membara. Nah, ternyata rasa pedas itu juga jadi pengalaman baru bagi kontingen dari Papua Pegunungan.

‎‎Baru tiba di Gorontalo sekitar pukul 15.00 WITA, para peserta PENAS XVII terlihat cepat beradaptasi dengan cita rasa khas Gorontalo.

‎‎”Menu yang kita makan hari ini memang pertama kali kita makan. Dan memang diakui, rasa pedasnya luar biasa. Namun kami dapat menyesuaikan dengan makanan yang ada. Karena kami juga sering mengonsumsi makanan pedas. Tapi tidak sepedas makanan Gorontalo,” ujar Sangkom Kerda, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.‎‎

(Foto: ilam aliem) Kontingen PENAS XVII asal Papua Pegunungan santap malam disalah satu coffee & Resto di Kota Gorontalo, D’Nan Coffee

Reputasi Gorontalo sebagai “raja cabe” juga bukan sekadar mitos. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), Gorontalo tercatat sebagai provinsi dengan tingkat konsumsi cabe rawit tertinggi di Indonesia.‎‎

Rata-rata masyarakat Gorontalo mengonsumsi sekitar 0,43 kilogram cabai rawit per orang setiap bulan. Angka itu bahkan mencapai hampir tiga kali lipat dibanding rata-rata nasional yang hanya berada di kisaran 0,17 kilogram per kapita per bulan.‎‎

Menariknya lagi, dominasi konsumsi cabe nasional memang banyak dipegang wilayah Sulawesi. Sementara Papua, termasuk Papua Pegunungan, belum masuk dalam lima besar provinsi dengan konsumsi cabai tertinggi per kapita di Indonesia.‎‎

Namun urusan menikmati makanan, perbedaan statistik ternyata bukan masalah besar.‎‎Setelah tantangan rasa pedas berhasil ditaklukkan, para peserta justru mengaku menyukai cita rasa kuliner Gorontalo yang kaya rempah dan berkarakter kuat.‎‎

“Tapi kami menikmati makanan Gorontalo. Enak! Kami semua suka,” kata Sangkok sambil tersenyum.‎‎

Zen Seru! momen ini menunjukkan bahwa PENAS XVII bukan cuma soal kegiatan pertanian dan perikanan. Lebih dari itu, ajang nasional ini juga menjadi ruang pertemuan budaya, termasuk lewat makanan.‎

Share this news

Related Posts

‎Sambut Hari Bhayangkara, Polda Gorontalo Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis untuk 20 Anak‎‎

ZEN SERU! Di tengah banyaknya kabar yang bikin kepala penuh, ada satu cerita hangat dari Polda Gorontalo yang layak banget masuk daftar kabar baik hari ini. ‎‎ Sebanyak 20 anak…

Share this news

‎Meski Belum Resmi Dibuka, Dampak Ekonomi Pelaksanaan PENAS KTNA XVII Mulai Terasa

‎‎ZEN SERU! Eventnya bahkan belum resmi dibuka, tapi efek ekonominya udah mulai terasa di mana-mana. Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 yang akan digelar pada…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *