ZEN SERU! Kadang rencana Tuhan nggak ada yang bisa ketebak. Siapa sangka, perubahan cuaca justru bikin perjalanan jadi lebih ringan. Itulah yang dialami Kontingen Papua Pegunungan yang datang untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2026 di Gorontalo.
Sebanyak 27 dari 28 peserta dari Papua Pegunungan tiba di Gorontalo pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 WITA. Mereka datang membawa semangat untuk mengikuti ajang nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
Kontingen tersebut menempati Hotel Grand Zanur, Kota Gorontalo, yang berjarak sekitar 20 menit perjalanan dari lokasi utama kegiatan PENAS XVII yang dipusatkan di Limboto, Kabupaten Gorontalo.
”Peserta kami berjumlah 28 orang, yang terdiri dari petani, peternak, penyuluh, operator mesin pertanian, tenaga teknis pertanian dan peninjau,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jaya Wijaya, Hendri (17/06/26).
Namun ada cerita menarik di balik kedatangan mereka, Zen Seru!
Saat berbincang santai dengan jurnalis Gorontalo Seru, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jaya Wijaya, Sangkok Kerda, menceritakan pengalaman perjalanan rombongannya ke Gorontalo. Ia mengungkapkan kalo sebenarnya rombongan mereka dijadwalkan mendarat di Manado, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Gorontalo.
Namun rencana itu berubah total karena faktor cuaca.
“Sebenarnya penerbangan kami itu turun di Manado. Tapi karena ada hambatan cuaca, kami justru langsung diturunkan di Gorontalo. Kalau sesuai rencana awal, dari Manado kami masih harus melanjutkan perjalanan darat menggunakan bus yang tentu cukup jauh,” jelas Sangkok.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi keuntungan bagi rombongan Papua Pegunungan karena mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan darat berjam-jam menuju lokasi kegiatan.
“Syukur, ini mungkin juga anugerah Tuhan. Akibat cuaca buruk, kami malah langsung diturunkan di Gorontalo, jadi tidak perlu lagi naik bus. Kami tiba sekitar pukul tiga sore,” katanya.
Meski sebagian besar rombongan telah tiba dengan selamat, masih ada satu peserta yang terpisah karena menggunakan penerbangan berbeda.
”Tapi ada satu teman kami yang ketinggalan karena berbeda penerbangan. Dia tetap turun di Manado sesuai rute awal dan diperkirakan tiba di Gorontalo besok pagi,” tambah Sangkok..





