‎Meski Belum Resmi Dibuka, Dampak Ekonomi Pelaksanaan PENAS KTNA XVII Mulai Terasa

‎‎ZEN SERU! Eventnya bahkan belum resmi dibuka, tapi efek ekonominya udah mulai terasa di mana-mana. Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 yang akan digelar pada 20 Juni mendatang ternyata lebih dulu memanaskan roda ekonomi Gorontalo.‎‎

Ribuan peserta dan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan lebih awal. Dampaknya? Hotel penuh, transportasi makin sibuk, dan tempat nongkrong favorit di Gorontalo mulai dipadati wajah-wajah baru dari berbagai penjuru nusantara.‎‎

Menariknya, meski pusat kegiatan berada di Limboto, Kabupaten Gorontalo, gelombang perputaran Ekonominya ternyata nggak berhenti di lokasi utama acara. Efek dominonya merambat hingga ke Kota Gorontalo dan menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha lokal.‎‎

Sektor yang paling cepat merasakan dampaknya adalah bisnis food and beverage (FNB). Rumah makan, warung kopi, hingga kafe kekinian mulai ramai didatangi peserta yang ingin mencicipi kuliner khas Gorontalo sekaligus menikmati suasana kota sebelum agenda utama dimulai.

‎‎Salah satu yang merasakan langsung lonjakan tersebut adalah D’nan Coffee milik Adnan Dalanggo di Kota Gorontalo. Sejak Rabu sore (17/6/2026), tempat nongkrong kece ini ramai dikunjungi peserta PENAS XVII. Salah satunya rombongan asal Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.‎‎

Menurut Adnan, peningkatan jumlah pelanggan sudah terasa signifikan meski acara pembukaan PENAS KTNA XVII belum digelar.‎‎

“Hari ini kami kedatangan saudara-saudara kita dari Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ini membuktikan bahwa dampak PENAS XVII tidak hanya berputar di Limboto sebagai lokasi utama, tetapi meluas hingga ke Kota Gorontalo,” ujar Adnan Dalanggo.‎‎

(Foto: ilam aliem) rombongan peserta PENAS KTNA XVII Kontingen Papua Pegunungan menikmati makan malam di D’Nan Coffee.

Bagi pelaku UMKM, fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa event berskala nasional memang mampu menggerakkan ekonomi daerah secara nyata. Kehadiran ribuan peserta bukan hanya membawa aktivitas acara, tetapi juga menciptakan peluang transaksi bagi usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.‎‎

Adnan pun memberikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada pemerintah daerah yang berhasil menghadirkan agenda nasional tersebut ke Gorontalo.‎‎

“Kami sangat mengapresiasi pemerintah, khususnya bapak Gubernur Gusnar Ismail yang membawa event besar ini ke daerah kita, karena dampaknya langsung menyentuh pelaku usaha kecil seperti kami,” lanjutnya.‎‎

Secara sederhana, PENAS KTNA XVII telah menciptakan efek ekonomi bahkan sebelum panggung utamanya dibuka.‎‎

Jika arus kedatangan peserta terus meningkat hingga akhir pekan nanti, geliat ekonomi diperkirakan akan mencapai puncaknya bersamaan dengan pelaksanaan agenda utama PENAS KTNA XVII. ‎

Tentu ini bukan hanya menjadi pesta bagi petani dan nelayan se-Indonesia, tetapi juga menjadi momentum emas bagi UMKM Gorontalo untuk naik kelas dan menikmati berkah dari event nasional terbesar di sektor pertanian dan perikanan ini.‎‎

Share this news

Related Posts

‎Sambut Hari Bhayangkara, Polda Gorontalo Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis untuk 20 Anak‎‎

ZEN SERU! Di tengah banyaknya kabar yang bikin kepala penuh, ada satu cerita hangat dari Polda Gorontalo yang layak banget masuk daftar kabar baik hari ini. ‎‎ Sebanyak 20 anak…

Share this news

‎Kontingen Papua Pegunungan, Langsung Ketagihan Kuliner Gorontalo

ZEN SERU! Siapa bilang lidah dari daerah berbeda nggak bisa langsung nyambung? Buktinya, rombongan peserta PENAS XVII dari Kontingen Papua Pegunungan langsung mencicipi salah satu identitas kuliner Gorontalo yang terkenal…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *