Baznas Kota Gorontalo Gelar Pelatihan Memandikan Jenazah

Zen Seru! BAZNAS Kota Gorontalo didukung Pemkot Gorontalo, gelar pelatihan yang beda dari biasanya!

Bukan tentang bisnis, bukan juga soal digital skill, tapi pelatihan memandikan dan mengkafani Jenazah, salah satu kewajiban penting umat Islam yang termasuk fardhu kifayah.

Biasanya kalau denger kata “pelatihan”, pikiran kita langsung ke hal-hal kayak wirausaha, teknologi, atau skill digital. Tapi kali ini beda banget! BAZNAS Kota Gorontalo justru fokus ke pelatihan memandikan dan mengkafani Jenazah (Fardhu Kifayah).

Yup, kegiatan ini ternyata penting banget karena menyangkut fardhu kifayah, salah satu hukum Islam yang wajib dipenuhi oleh umat Islam.

Ketua BAZNAS Kota Gorontalo, Mohammad Husain Rauf, dalam wawancaranya menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bentuk nyata dukungan lembaganya terhadap program Pemkot Gorontalo.

‎“Alhamdulillah, kita BAZNAS Kota Gorontalo dapat berkontribusi dengan pemerintah kota dalam kegiatan pelatihan pemandian dan mengkafani Jenazah yang merupakan fardhu kifayah dalam hukum Islam,” ujar Husain.

Menurutnya, pelatihan ini muncul dari keprihatinan terhadap kondisi di masyarakat saat ini, di mana jumlah petugas penyelenggara fardhu kifayah makin sedikit.

‎“Melihat kondisi ini, kami berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota Gorontalo dan akhirnya kegiatan ini bisa terlaksana,” lanjutnya.

Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dari Selasa sampai Rabu dan diikuti oleh 95 peserta.

Awalnya, tiap kelurahan diimbau mengirim dua orang (satu laki-laki dan satu perempuan), tapi sayangnya nggak semua bisa memenuhi kuota tersebut.

‎”Sebenarnya kita meminta setiap Kelurahan mengutus dua orang, tapi beberapa kelurahan hanya mengutus 1 orang, bahkan ada yang tidak mengutus sama sekali,” kata Husain.

Yang bikin kegiatan ini makin istimewa, BAZNAS nggak cuma kasih pelatihan, tapi juga kasih reward buat para peserta.

“Kami akan memberikan uang transport, sertifikat, dan insentif selama dua bulan berturut-turut sebagai bentuk dukungan moral agar mereka makin terdorong dan semakin semangat belajar,” ungkap Husain.

Langkah ini diharapkan bisa menumbuhkan kembali semangat para petugas fardhu kifayah di wilayah masing-masing, sekaligus memperkuat pilar hukum Islam di tengah masyarakat Kota Gorontalo.

Share this news
  • Related Posts

    ‎Kritik Soal Perjalanan Dinas Dijawab DPRD Dengan Hak Imunitas

    Zen Seru! Ketua DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Gorontalo, Jhojo Rumampuk, mengecam keras pernyataan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Dunda, yang mengancam akan menggunakan hak imunitasnya terkait…

    Share this news

    ‎Dugaan Pungli “Klinik Akreditas”, Satu Persatu Mahasiswa Mulai Buka Suara: Ancam Nilai Ditahan!‎‎

    Zen Seru! Setelah isu dugaan pungli berkedok “klinik akreditasi” dipublis, satu per satu mahasiswa di salah satu kampus yang identik dengan warna ungu di Gorontalo, mulai speak up. ‎‎ Ceritanya…

    Share this news

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *