Kasus HIV/AIDS di Gorontalo Tembus 1.257 Orang

Zen Seru! Penyebaran HIV/AIDS di Gorontalo sepanjang 2024 sampai awal 2025 udah tembus 1.257 kasus!

Dan yang bikin shock, sebagian besar kasusnya justru datang dari kalangan yang kita temui tiap hari: wiraswasta, pekerja salon/MUA, dan bahkan mahasiswa & pelajar!

—what the hell !! 😰😲

Ini berdasar data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang diumumkan di Workshop Viral Load yang digelar di Grand Q Hotel (17/04), yang ngupas tuntas soal penyebaran HIV/AIDS berdasarkan pekerjaan.

  • Wiraswasta: 217 kasus
  • Pekerja salon/MUA: 132 kasus
  • Mahasiswa & pelajar: 127 kasus
Foto: Dinkes Provinsi Gorontalo

Yap, anak muda udah makin rentan! Dan masalah utamanya bukan cuma gaya hidup bebas, tapi juga kurangnya kesadaran buat cek kesehatan rutin, minimnya edukasi soal penularan HIV/AIDS.

Lebih-lebih stigma negatif ke orang dengan HIV/AIDS yang bikin mereka takut buka suara atau berobat. 😒😮‍💨

Kata Pak Anang, Kepala Dinkes Gorontalo, menghadapi masalah ini nggak bisa cuma ngandelin pemerintah doang.

“Harus ada sinergi dari kampus, sekolah, komunitas, bahkan pelaku usaha juga. Karena kita semua punya peran buat tekan penyebaran virus ini,” kata Anang, dikutip dari Kompas.com

Yang perlu banget digarisbawahi: anak muda harus mulai sadar pentingnya edukasi soal kesehatan seksual, jangan malu buat tes HIV.

“Tes itu bukan aib, itu bentuk sayang sama diri sendiri dan orang sekitar,” tambah Anang.

—Dan please hindari perilaku berisiko! 😥

Jadi, yuk bantu spread the word! karena kalau bukan kita, siapa lagi?

Share this news

Related Posts

‎Kritik Soal Perjalanan Dinas Dijawab DPRD Dengan Hak Imunitas

Zen Seru! Ketua DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Gorontalo, Jhojo Rumampuk, mengecam keras pernyataan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Dunda, yang mengancam akan menggunakan hak imunitasnya terkait…

Share this news

‎Dugaan Pungli “Klinik Akreditas”, Satu Persatu Mahasiswa Mulai Buka Suara: Ancam Nilai Ditahan!‎‎

Zen Seru! Setelah isu dugaan pungli berkedok “klinik akreditasi” dipublis, satu per satu mahasiswa di salah satu kampus yang identik dengan warna ungu di Gorontalo, mulai speak up. ‎‎ Ceritanya…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *