(Foto: Istimewa) SS Postingan akun FB SnackViral Gorontalo, di Grup FB Quick Respon Polda Gorontalo.
Zen Seru! Gelaran Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 belum juga dimulai, tapi medali lombanya sudah lebih dulu bikin riuh jagat maya.
Pasalnya, nama Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, terpampang jelas di bagian belakang medali.
Alih-alih apresiasi, publik justru menilai pencantuman nama Gubernur sebagai aksi narsistik sang gubernur atau “over-koprol” Kadispora Gorontalo yang berlebihan.
Reaksi publik pun langsung meledak. Beberapa komentar netizen yang diunggah ulang oleh SnackViral Gorontalo menggambarkan kekecewaan peserta.
“Pak kadis ini medali so bgni? Torang ada bayar ini medali dgn jersey masa ngoni tulis Gusnar pe nama,” tulis akun @alpian_biga, tiga hari lalu.
“Kalo ivent gratis boleh jo. Pak kadis bukan bagini cara ba koprol,” sambungnya.
Komentar serupa datang dari akun @alfarwanz.
“Ini medali torang ada beli knp tulis nama gusnar,” tulisnya.
Sementara akun dengan nama @akagami_d_fardy mengeluhkan hal yang sama.
“Lalah-lalah ada lari, laste dp medali bo tataru orang pe nama,” tulis akagami.
Ada juga netizen yang memberikan kritik lebih halus, seperti akun @shelladomu.
“Keren, tapi bagusnya nama ‘Gusnar Ismail’ di belakang medali dihilangkan,” tulisnya.
Dari banyak komentar yang bermunculan, benang merahnya sama.
“Peserta merasa medali adalah simbol pencapaian pribadi, bukan panggung untuk menonjolkan figur politik,” ***
Bahkan dalam beberapa diskusi publik di warung kopi menyebut kalo langkah itu kurang etis untuk event berbayar.
”Kecuali kalo medali nyanda beli/bayar, atau sumbangan pribadi dari gubernur, sah-sah saja, mar ini ada bayar. Nyanda gratis!” ***
Jika isu ini tak segera dijernihkan, bukan tak mungkin GHM 2025 akan dikenal bukan karena marathon-nya, tapi karena medali yang “over-branding”.






