Zen Seru! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan mendadak jadi sorotan publik setelah foto menu yang dibagikan ke anak-anak tersebar luas di berbagai platform.
Netizen langsung bereaksi. Banyak yang menilai, dari tampilan porsi sampai kualitas lauknya, menu MBG dianggap jauh dari kata “bergizi”.
Yang bikin makin heboh, anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp15.000 per porsi ikut jadi bahan perdebatan. Warganet mempertanyakan: kalau dananya segitu, kenapa visual makanannya nggak proporsional?
Menanggapi polemik yang makin melebar, Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, langsung pasang badan.
BACA JUGA: Retribusi Pasar Sentral Dikeluhkan, Pemda Akan Lakukan Penyesuaian
Dalam wawancara pada Senin (23/02/2026), Adhan negasin kalo dia nggak bakal mentolerir praktik yang merugikan anak-anak sebagai penerima manfaat program.
“Saya akan menyurat dan melaporkan untuk menghentikan semua dapur-dapur MBG yang bermasalah dan diganti dengan mereka yang pengelolanya bertanggung jawab,” tegas Adhan.
Sikapnya tegas: orientasi cuan nggak boleh mengorbankan kualitas makanan, apalagi ini menyangkut kebutuhan gizi anak-anak.
“Jangan hanya karena mengejar keuntungan, dan sudah pasti mereka untung, sementara makanan-makanan MBG tidak manusiawi. Kasihan anak-anak. Besok (hari ini) saya akan menyurat,” ujarnya.
Isu makin liar ketika publik membandingkan nominal anggaran dengan isi kotak makanan yang beredar di foto. Lauk dinilai minim, komposisi tidak seimbang, bahkan dianggap tak sesuai standar gizi yang seharusnya.





