Pemerintah menunda visa bagi Brazil, Iran, hingga Rusia karena alasan bantuan sosial. Akibatnya, proses izin tinggal dihentikan sementara agar anggaran negara tetap aman.
Zen Seru! Pemerintah Donald Trump baru saja membuat kebijakan heboh dengan menghentikan proses visa imigran dari 75 negara. Seperti dikutip The Guardian, kebijakan ini menyasar negara-negara seperti Brazil, Rusia, hingga Somalia mulai tanggal 21 Januari. FYI, Indonesia gak masuk yah. Langkah drastis ini diambil karena pemerintah ingin membatasi jalur masuk legal ke Amerika Serikat. Jadi, banyak orang yang berencana pindah ke sana kini harus gigit jari karena aturannya makin ketat.
Alasan utamanya adalah pemerintah tidak mau pendatang baru hanya mengandalkan bantuan sosial dari negara. Mereka menganggap imigran dari negara-negara tersebut sering membebani anggaran pemerintah untuk kebutuhan dasar. Oleh karena itu, penghentian ini akan terus berlaku sampai ada jaminan imigran tidak menyedot kekayaan rakyat. Trump menegaskan bahwa ia ingin melindungi kemurahan hati warga Amerika agar tidak disalahgunakan lagi.
Namun, data dari Cato Institute justru menunjukkan fakta yang sangat berbeda dan cukup mengejutkan. Penelitian mereka membuktikan bahwa warga asli Amerika sebenarnya lebih banyak menggunakan bantuan sosial dibanding para imigran. Bahkan, penggunaan bantuan oleh imigran tercatat 21 persen lebih rendah daripada penduduk lokal pada tahun 2022. Meskipun begitu, pemerintah tetap memperketat aturan ini meski klaim mereka banyak dibantah oleh para ahli.
Dampaknya, banyak keluarga imigran kini merasa ketakutan untuk mengakses layanan kesehatan atau bantuan publik lainnya. Mereka khawatir hal itu akan merusak peluang mereka untuk mendapatkan status kependudukan di masa depan. Padahal, dulu Trump sempat berkata bahwa imigran legal sangat memperkaya dan memperkuat masyarakat Amerika. Sayangnya, kebijakan terbaru ini justru terlihat sangat berlawanan dengan pernyataan manis yang pernah ia sampaikan tersebut.






