Wakil Bupati Bualemo Razia, Ajak Pegawai Shalat Berjamaah

Zen Seru! Ada yang beda di kantor pemerintahan Kabupaten Bualemo baru-baru ini.

Bukan karena rapat penting atau kunjungan mendadak dari pusat, tapi karena aksi sweeping unik dari Wakil Bupati Lahmudin Hambali yang bikin heboh jagat maya.

Dalam video berdurasi 50 detik yang diunggah ke akun Facebook pribadinya, Lahmudin kedapatan sedang keliling dari ruangan ke ruangan. Tapi bukan buat sidak kerja atau marahin pegawai soal absen.

—Nope! 👋🙂‍↔️

Ini sweeping untuk hal yang agak di luar protap: ngajak pegawai, khususnya laki-laki, buat shalat berjamaah di masjid.

“Masa ngoni so tidak mo dapa dengar ana p suara tadi ke karas skali di toa!” begitu suara tegas Lahmudin terdengar dalam video sambil memanggil pegawai yang masih betah di kursi.

Sambil menegur dengan gaya khas daerah yang akrab, Wakil Bupati ini nggak main-main. Ia menyasar satu per satu ruang kerja dan mengimbau para pegawai, baik yang laki-laki maupun perempuan, buat segera menuju masjid ketika azan sudah dikumandangkan.

Dari Imbauan Lewat Toa ke Aksi Blusukan

Langkah ini bukan dadakan. Sebelumnya, Lahmudin sudah mengumumkan via toa di bagian informasi bahwa semua pegawai (yang nggak sedang halangan) wajib berangkat shalat begitu azan berkumandang.

Tapi nyatanya, masih ada saja yang ‘santuy’ di ruang kerja. Nah, karena itu, beliau memutuskan buat ambil alih sendiri situasi.

“Cepat! Cepat! Ka masjid! Yang perempuan tidak berhalangan ka masjid, yang berhalangan istirahat,” ucap Lahmudin, ala ayah yang lagi negur anaknya.

Kalimat itu jadi highlight utama di video dan menuai berbagai reaksi netizen. Banyak yang salut, tapi nggak sedikit juga yang merasa pendekatan ini terlalu keras.

Tapi buat Lahmudin, ini soal disiplin spiritual yang menurutnya nggak bisa ditawar-tawar.

Bukan Sekali, Tapi Akan Jadi Rutinitas

Dikabarkan juga jika aksi ini bukan cuma spontanitas dadakan, tapi akan dijadikan kegiatan rutin. Targetnya? Supaya para pegawai bisa terbiasa, bahkan tanpa disuruh pun langsung ke masjid ketika azan berkumandang.

“Kalau ini dilakukan terus-menerus, lama-lama mereka akan merasa terpanggil sendiri tanpa harus diingatkan lagi,” ujar salah satu komentar.

Antara Teguran dan Teladan

Langkah Lahmudin Hambali memang menuai pro-kontra. Tapi satu hal yang pasti: Ia ingin menghadirkan nuansa spiritual di tengah rutinitas kerja ASN.

Apakah ini akan jadi tren baru di lingkungan pemerintahan lain? Atau malah menuai gugatan HAM karena terlalu memaksa?

Yang jelas, Kabupaten Bualemo sekarang bukan cuma dikenal karena hasil laut yang melimpah, tapi juga karena pemimpin daerahnya yang nggak segan turun tangan langsung demi shalat berjamaah.

Share this news

Related Posts

‎Kritik Soal Perjalanan Dinas Dijawab DPRD Dengan Hak Imunitas

Zen Seru! Ketua DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Gorontalo, Jhojo Rumampuk, mengecam keras pernyataan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Dunda, yang mengancam akan menggunakan hak imunitasnya terkait…

Share this news

‎Dugaan Pungli “Klinik Akreditas”, Satu Persatu Mahasiswa Mulai Buka Suara: Ancam Nilai Ditahan!‎‎

Zen Seru! Setelah isu dugaan pungli berkedok “klinik akreditasi” dipublis, satu per satu mahasiswa di salah satu kampus yang identik dengan warna ungu di Gorontalo, mulai speak up. ‎‎ Ceritanya…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *