‎Walikota Adhan Dambea Pecat Kepala Puskesmas Sipatana, Rita Bambang

Zen Seru! Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, resmi menonaktifkan Kepala Puskesmas (Kapus) Sipatana, Rita Bambang, setelah desakan publik soal kelalaian fatal yang bikin satu nyawa melayang.

Sebelumnya, Puskesmas Sipatana diterpa isu serius seputar pelayanan kesehatan setelah seorang pasien gawat darurat, Havid S. Duto, meninggal dunia pada 17 November 2025.

‎Bukan karena tak ada fasilitas, namun gara-gara pasien tidak mendapatkan pelayanan ambulans hanya perkara sopir sedang main Voli dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional.

Kasus ini langsung menyulut kemarahan publik. Warganet dan masyarakat Gorontalo ramai menuntut evaluasi total layanan kesehatan di Puskesmas Sipatana.

Menanggapi situasi yang makin panas, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengambil langkah tegas dengan menonjobkan Kapus Rita Bambang per Minggu, 23 November 2025.

Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian investigasi internal dan desakan masyarakat yang meminta tanggung jawab atas kejadian tragis itu.

“Dia lalai dalam manajemen darurat. Makanya saya suruh nonjob-kan orangnya karena kita tidak ingin seperti itu,” ujar Adhan, dikutip dari dulohupa.id, Minggu (23/11/2025).

Adhan menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar hukuman, tapi pesan keras untuk seluruh jajaran kesehatan di kota Gorontalo.

Pemkot berharap tindakan ini bisa jadi efek jera sekaligus pengingat bagi petugas faskes lainnya.

“Pelayanan kesehatan bukan sekadar rutinitas kerja, tapi tanggung jawab dunia dan akhirat,” tutup Adhan.

Share this news

Related Posts

‎Kritik Soal Perjalanan Dinas Dijawab DPRD Dengan Hak Imunitas

Zen Seru! Ketua DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Gorontalo, Jhojo Rumampuk, mengecam keras pernyataan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Dunda, yang mengancam akan menggunakan hak imunitasnya terkait…

Share this news

‎Dugaan Pungli “Klinik Akreditas”, Satu Persatu Mahasiswa Mulai Buka Suara: Ancam Nilai Ditahan!‎‎

Zen Seru! Setelah isu dugaan pungli berkedok “klinik akreditasi” dipublis, satu per satu mahasiswa di salah satu kampus yang identik dengan warna ungu di Gorontalo, mulai speak up. ‎‎ Ceritanya…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *