Nggak Beradab! Tiga Pemuda Santai Merokok di Masjid Saat Khutbah Idul Fitri

Zen Seru! Nir-adab, tiga pemuda di Pohuwato merokok di mesjid saat khutbah idul Fitri sedang berlangsung. Di momen yang seharusnya sakral dan penuh khidmat, justru ada aksi yang nggak terpuji.

‎Kejadian ini berlangsung di salah satu desa di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada Sabtu pagi (21/03/26). Saat jamaah fokus mendengarkan khutbah Idul Fitri, tiga pemuda, yang diperkirakan berusia di atas 25 tahun, justru terlihat santai merokok di area masjid.

‎Bayangin situasinya. Khatib sedang menyampaikan pesan keagamaan, suasana hening, semua orang menyimak. Tapi di sudut lain, tiga orang ini malah asyik dengan rokoknya, bahkan saling bersenda gurau, seolah nggak ada yang salah dari aktivitas mereka.

‎Yang bikin makin miris, saat satu jamaah memberi teguran lewat isyarat mata, dengan harapan agar mereka sadar dan menghentikan perilaku itu. Tapi yang terjadi justru di luar nalar.

‎Alih-alih berhenti, salah satu dari mereka malah menyodorkan rokok ke jamaah yang menegur sambil tertawa. Sebuah respons yang bukan cuma tidak menghargai teguran, tapi juga menunjukkan sikap arogan.

‎Saya bisa membayangkan gimana perasaan orang-orang di sekitar. Pasti ada yang kesal, tapi mungkin menahan diri demi menjaga suasana tetap kondusif di tengah ibadah.

‎Ini bukan sekadar soal merokok. Ini soal adab, soal menghargai tempat dan momen. Masjid itu bukan ruang bebas tanpa batas. Mesjid adalah tempat suci dan sakral, Apalagi saat khutbah Idul Fitri berlangsung.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

Kontingen Kota Gorontalo Siap Unjuk Skill di MTQ Korpri Nasional

‎ZEN SERU! Empat peserta dari Kota Gorontalo bakal membawa nama Provinsi di ajang MTQ Korpri di tingkat nasional di Sulawesi Selatan, setelah resmi mendapat dukungan dan doa restu dari Pemerintah…

Share this news

Rumah Warga Botu Rusak Diterjang Angin, Pemkot Gorontalo Siapkan Perbaikan Lewat BAZNAS

ZEN SERU! Buat sebagian keluarga, rumah bukan cuma soal punya tempat tinggal, tapi soal punya tempat aman untuk pulang.‎‎ Hal itu yang kini dirasakan keluarga Rahmat Salilama, warga Kelurahan Botu,…

Share this news