Kalau Perdis Paling Depan, Giliran Agenda Spiritual Malah Tak Kelihatan

‎ZEN SERU! Kalau urusannya studi banding ke luar kota, rapat di hotel mewah, atau perjalanan dinas, pasti datangnya bisa paling awal di Bandara.‎‎

Agenda luar daerah? Sigap. Rapat dengan fasilitas nyaman? Hadir. Perjalanan dinas? Jangan ditanya.‎‎

Tapi ketika berkumpul di bawah terik matahari, menengadah ke langit dan bersama-sama memohon hujan di tengah kemarau panjang, malah hilang bak ditelan bumi.

‎‎Jangankan paling depan, batang hidungnya pun tak terlihat.‎‎

Ironi ini tampak saat Pemkot Gorontalo menggelar salat Istisqa yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Jumat (21/8/2026) pagi, tanpa dihadiri satupun anggota DPRD Kota Gorontalo.

Tentu ini menuai kekecewaan dari masyarakat, termasuk satu tokoh masyarakat, Risman Taha. Ia mengaku kecewa dengan ketidakhadiran Anggota DPRD Kota Gorontalo ditengah-tengah kondisi masyarakat membutuhkan dukungan moral.‎‎

“Bayangkan, itu sana ibu-ibu, meski mereka berhalangan melaksanakan salat, mereka tetap datang untuk ikut hadir dan memanjatkan doa,” kata Risman, mengungkapkan kekecewaannya.

‎”Sementara, mereka para wakil rakyat tidak satu pun terlihat hadir. Jujur ini mengecewakan,” lanjutnya.

Risman mengaku sangat kecewa atas ketidakhadiran para anggota DPRD yang seharusnya menjadi representasi masyarakat.‎‎

Menurut Risman, kemarau panjang bukan cuma sekadar cuaca terasa panas. Baginya, kondisi ini mulai berdampak terhadap kepada masyarakat.

‎‎Beberapa dampak yang ditimbulkan kemarau panjang mulai menghantui masyarakat. Mulai dari berkurangnya ketersediaan air, aktivitas pertanian terganggu, bahkan meningkatkan risiko kebakaran.

‎‎Dalam situasi seperti ini, menurut Risman, anggota DPRD semestinya menunjukkan kepekaan terhadap apa yang sedang dirasakan masyarakat.‎‎

Risman yang merupakan mantan anggota legislatif DPRD Kota Gorontalo itu menilai, ketidakhadiran seluruh anggota DPRD dalam momentum tersebut patut dipertanyakan.‎

‎“Sebagai representasi masyarakat Kota Gorontalo, seharusnya mereka hadir dan bersama-sama merasakan apa yang sedang dirasakan masyarakat,” tegas Risman.

‎‎Kritik Risman bukan menyentuh persoalan sikap spritual individu anggota DPRD, melainkan persoalan kepekaan wakil rakyat terhadap masyarakat yang mereka wakili.‎‎

Anggota DPRD memang bukan Pawang Hujan. Dan masyarakat tidak sedang meminta anggota DPRD membawa solusi ajaib untuk mendatangkan hujan.‎‎

Tapi setidaknya, menurut Risman, mereka bisa hadir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan dukungan moral maupun spiritualitas.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

60+ Kasus Kriminal Masuk Polsek Kota Barat: Kekerasan dan Pencurian

ZEN SERU! Ada info yang wajib kalian tau, khususnya untuk anak-anak muda di Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Jadi gini, dari Januari sampai September 2026 aja, Polsek Kota Barat udah…

Share this news

SK Cagar Budaya Eks Rumah Jawatan Batal Demi Hukum Karena Ini!

ZEN SERU! Polemik soal status Eks Rumah Jawatan Kantor Pos dan Telegraf sebagai Cagar Budaya makin terbuka dan ketemu titik tengahnya. Terbaru, Pemerintah Kota Gorontalo menyebut kalo SK 2020 yang…

Share this news