ZEN SERU! Sejak Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menghadirkan program Street Food, suasana malam di sejumlah kawasan kota berubah. Yang tadinya sekadar jalan dan ruang publik, kini ikut dipenuhi aktivitas warga, pedagang, pembeli, sampai anak muda yang datang untuk kulineran dan nongkrong.
Efeknya bukan cuma bikin kota lebih hidup. UMKM juga ikut kebagian dampaknya.
Salah satunya Street Food Jilid II. Memasuki hari ke-75, total transaksi yang berhasil dicatat mencapai Rp2.010.780.252.
Angka Rp2 miliar lebih ini berasal dari aktivitas 120 UMKM yang masih aktif berjualan di kawasan Street Food jilid II saja, lho, Zen Seru!
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, menyebut capaian tersebut menjadi kabar positif bagi pelaksanaan program UMKM Street Food.

“Alhamdulillah, kegiatan UMKM Street Food 2 tepat hari ke-75 mencatat aktivitas transaksi mencapai Rp2.010.780.252,” kata Muttakin.
Program Street Food sendiri sebenarnya digelar di tiga titik di Kota Gorontalo. Namun, saat ini yang masih berjalan adalah Street Food II dan Street Food III.
Street Food II berada di kawasan Jalan Drs. Achmad Nadjamuddin (eks Jalan Raden Saleh), Kelurahan Dulalowo Timur, Kecamatan Kota Tengah, tepatnya di sekitar kawasan SMAN 3 Gorontalo.
Sementara Street Food III berada di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kawasan pasar tua/Kampung Cina.
Dua kawasan ini kemudian berubah menjadi titik aktivitas ekonomi baru disetiap malamnya.
Bahkan, ramainya pengunjung beberapa kali ikut berdampak pada arus lalu lintas hingga terjadi kemacetan.
Buat sebagian orang, macet mungkin bikin sebel. Tapi dari sisi lain, fenomena itu juga menunjukkan satu hal: ada banyak orang yang datang, ada transaksi yang terjadi, dan ada ruang ekonomi yang sedang hidup.
Program Street Food menjadi salah satu kebijakan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea yang memberikan ruang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berjualan sekaligus menciptakan pusat keramaian baru di malam hari.
Alih-alih membiarkan kawasan kota sepi setelah aktivitas sekolah, perkantoran dan pertokoan selesai, ruang-ruang tersebut justru dimanfaatkan menjadi tempat bertemunya pedagang dan konsumen.
Dan hasilnya mulai terlihat.
Muttakin Adam juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan OPD yang telah ikut membantu dan memeriahkan penyelenggaraan UMKM Street Food Kota Gorontalo.
“Terima kasih kepada masyarakat yang turut meramaikan kegiatan street Food. Juga kepada OPD yang ikut membantu penyelenggaraan kegiatan UMKM Street Food ini,” ujarnya.






