Wali Kota Gorontalo Alihkan Demo Kantor Pelestarian Kebudayaan‎

ZEN SERU! Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea membatalkan rencana aksi demonstrasi yang sebelumnya akan digelar di Polda Gorontalo dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo.‎‎

Sebagai gantinya, sekitar 500 massa diarahkan untuk melakukan aksi di Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo, Jalan Anggur Nomor 1, Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Rabu (9/9/2026).

‎‎Perubahan sasaran aksi tersebut berkaitan dengan polemik eks Rumah Jawatan Telegraf Kantor Pos Gorontalo yang belakangan menjadi perhatian publik. ‎‎

“Kita akan fokus soal cagar budaya, jadi massa kita alihkan ke Kantor Pelestarian Kebudayaan,” kata Adhan.‎‎

Menurut Adhan, keputusan mengalihkan lokasi aksi dilakukan setelah Pemkot Gorontalo memperoleh sejumlah fakta baru dari tim review yang menangani persoalan eks Rumah Jawatan Telegraf Kantor Pos Gorontalo.

Fakta tersebut, kata dia, berkaitan dengan proses serta dasar penetapan bangunan tersebut sebagai cagar budaya.‎‎

Pasalnya, Pemkot Gorontalo juga menyoroti data sejarah yang berkaitan dengan peristiwa Patriotik 1942. Adhan menyebut terdapat data dalam kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang menurutnya diduga telah dimanipulasi.‎‎

Persoalan itu menjadi salah satu isu yang akan disampaikan dalam aksi demonstrasi tersebut. ‎‎

“Kita ingin memperoleh penjelasan secara langsung dari pihak Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo mengenai pengawasan,” tandasnya.

Pasalnya, data yang dipakai TACB tidak sesuai fakta sejarah. Foto yang dipakai TACB sebagai lampiran dalam surat rekomendasi, yang disebut dalam keterangan foto sebagai bukti sejarah upacara hari Patriotik 23 Januari, adalah foto penyambutan Wali Kota pertama Gorontalo, R. Atje Slamet di rumah Jawatan Kantor Pos dan Telegraf tahun 1961.

“Bukan! Itu foto penyambutan Wali Kota pertama bapak Atje Slamet. Ini foto upacara 23 Januari 1942 yang saya peroleh dari saksi hidup, bapak Zen Badjeber,” tegas Wali Kota sembari memperlihatkan foto, Selasa (8/9/26).

Foto situasi Upacara Hari Patriotik 23 Januari 1942 yahg diperoleh wali Kota dari saksi sejarah, Zen Badjeber.

Dari dua foto tersebut terlihat perbedaan yang sangat kontras. Baik dari suasana maupun struktur bangunan Kantor Pos dan Telegraf Gorontalo. Foto yang ditampilkan TACB, memperlihatkan bangunan kantor pos yang sudah lebih baik, yang diduga sudah mengalami perbaikan.

“Ini lihat pohon di depan kantor pos. Sekarang lihat Foto TACB. Pohonnya sudah tidak ada. Lalu lihat bangunan kantor pos. Ini masih ada bagian-bagian yang rusak, ini sudah lebih baik, seperti sudah perbaikan,” lanjutnya.

Foto yang disertakan TACB dalam rekomendasi penetapan rumah jawatan sebagai cagar budaya. Hanya keterangannya ditulis upacara hari Patriotik 23 Januari 1942.

Aksi Demo di Kantor Pelestarian Kebudayaan

Berdasarkan informasi dari sejumlah rekan jurnalis yang meliput di lapangan, massa aksi yang dipimpin oleh tokoh masyarakat, Risman Taha, langsung menggelar orasi begitu tiba di lokasi.

Situasi kemudian berlanjut dengan dialog antara perwakilan massa dan pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Gorontalo. ‎‎

Ketegangan sempat memuncak dalam ruang dialog. Adu mulut yang memanas hampir berujung pada bentrokan fisik. Beruntung, kesigapan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi berhasil meredam situasi sebelum keadaan lepas kendali.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

Bukan Asal Cabut! Ini Alasan Mengapa SK Wali Kota 2020 Soal Rumah Jawatan Dibatalkan!

ZEN SERU! Pencabutan status cagar budaya Eks Rumah Jawatan Kantor Pos dan Telegraf Gorontalo bukan keputusan yang tiba-tiba, apalagi tanpa dasar hukum.‎‎ Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyebut keputusan tersebut…

Share this news

Segera Digelar! GCW 2026 Bukan Sekadar Festival Kopi, Ada Apa Saja?

ZEN SERU! Buat kamu yang mengaku pencinta kopi, jangan sampai melewatkan Gorontalo Coffee Week (GCW) 2026. ‎‎Event kopi yang segera digelar di Gorontalo ini bukan sekadar tempat untuk ngopi, berburu…

Share this news