ZEN SERU! Kalau ngomongin anak muda zaman sekarang, yang terlintas biasanya gadget, konten viral, nongkrong, atau scroll media sosial sampai lupa waktu.
Tapi, bagaimana kalau ada 57 anak muda yang justru menghabiskan akhir pekannya untuk belajar Al-Qur’an?
Nah, kabar menarik ini datang dari daerah yang dikenal dengan serambi Madinah, Kota Gorontalo.
Di sini, upaya membangun generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an mulai mendapat ruang lebih serius. Salah satunya lewat program pembinaan Tahfidz Qur’an dan Tilawah Qur’an yang dijalankan BAZNAS Kota Gorontalo.
Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang sejak mencalonkan diri membawa misi menyiarkan agama Islam sebagai salah satu visi utamanya.
Visi itu kemudian diterjemahkan melalui berbagai program keagamaan, termasuk pengembangan generasi muda dan-mudi Islam agar punya kemampuan sekaligus prestasi di bidang keagamaan.

Kepala BAZNAS Kota Gorontalo, Husain Rauf, mengatakan pihaknya ikut mengambil bagian dalam mendorong program tersebut, khususnya dalam pengembangan tilawah dan hafalan Al-Qur’an.
“Sebagai wujud kepedulian pemerintah Kota Gorontalo, di mana Pak Wali Kota sangat menggaungkan kegiatan keagamaan di Kota Gorontalo, khususnya terkait pengembangan tilawatil Qur’an dan hafidz Qur’an,” kata Husain.
BAZNAS Kota Gorontalo kemudian membuka pembinaan khusus bagi anak-anak usia dini. Mereka dibina selama dengan fokus pada dua kemampuan, yakni menghafal Al-Qur’an dan kemampuan tilawah.
Para peserta yang terdiri dari anak usia dini ini secara rutin mengikuti latihan setiap Sabtu dan Minggu di Aula BAZNAS Kota Gorontalo.
“Alhamdulillah, sampai dengan hari ini sudah ada berjumlah sekitar 57 orang yang kita bina setiap hari Sabtu dan hari Minggu di Aula BAZNAS Gorontalo,” ujar Husain.
Program tersebut, kata Husain, telah mereka jalankan sekitar lima bulan.
Pelatih yang dihadirkan BAZNAS juga nggak sembarangan, Zen seru.
BAZNAS menghadirkan instruktur yang memiliki pengalaman di tingkat nasional, di antaranya Wahyudin Mohammad, Ustaz Aldiansyah, dan Jalil Ali.
Ini bukan sekadar mempersiapkan peserta lomba atau agenda kompetisi keagamaan di kemudian hari. Lebih jauh, Pemkot Gorontalo juga sedang berupaya menyiapkan generasi muda yang tumbuh dengan nilai-nilai Al-Qur’an.






