Cuma di Gorontalo! Tradisi Tionghoa Ikut Dirayakan Warga Lokal

ZEN SERU! Pernah kepikiran nggak, kalo sebuah tradisi yang biasa cuma bisa dirayain oleh satu kelompok atau keluarga, malah dibuat lebih terbuka dan bisa dirayain oleh semua kelompok?

Nah, ini yang lagi terjadi di Kota Gorontalo, Zen Seru!

Yaps! Perayaan Mooncake yang identik tradisi warga Tionghoa ini dirayain nggak cuma oleh warga keturunan Tionghoa di Gorontalo, tapi juga oleh berbagai kalangan masyarakat kota Gorontalo.

Dikemas dengan tajuk Festival Kuliner, tradisi Mooncake yang digelar di depan Klenteng Tulus Harapan Kita ramai di kunjungi pengunjung dari berbagai latarbelakang.

Festival Mooncake 2026 ini resmi dibuka Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, Jumat (25/9/26).

Lokasi pelaksanaannya ada di sepanjang jalan, tepat di depan Klenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo.

Yang menarik dari festival ini adalah keterlibatan UMKM dengan berbagai latarbelakang. Jadi nggak cuma kuliner khas Tionghoa.

Bahkan, kalo kamu datang ke sini, jangan kaget kalo yang kamu temukan bukan cuma mooncake atau menu olahan khas Tionghoa. Tapi juga ada banyak lapak UMKM yang menawarkan berbagai jajanan.

Dan yang bikin makin unik, Zen Seru! Ada juga yang jualan Nasi Kabuli, makanan yang lekat dengan tradisi kuliner Timur Tengah.

Jadi, satu festival, banyak budaya. Satu tempat, beragam rasa.

Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, yang membuka festival ini mengatakan, perayaan Mooncake punya makna lebih luas daripada sekadar tradisi kuliner.

Menurut Wawali Indra, Kue Bulan atau mooncake menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, cinta, dan keharmonisan keluarga.

Tradisi ini memang identik dengan momen berkumpul atau reuni bersama keluarga dan sahabat, yang dirayain di bulan tertentu dalam kalender Tionghoa.

Dan Indra punya alasan personal kenapa cukup memahami tradisi tersebut. Katanya, ia tahu karena istrinya juga merupakan keturunan Tionghoa.

Jadi, Zen Seru! Kalo biasanya kita bilang, “beda budaya, beda cerita,” festival Moon Cake di kota Gorontalo justru menunjukkan kalo beda budaya bisa jadi alasan buat kumpul bareng.

Dan mungkin baru di Kota Gorontalo, tradisi keluarga dikonversi menjadi aktivitas yang bernilai ekonomi.

Salut deh, sama warga keturunan Tionghoa Gorontalo.

Eh, by the way! Festival Mooncake bakal berlangsung selama dua hari, mulai 25 sampai 26 September 2026. Jadi pastikan kalian nggak ketinggalan momen-nya, yaaa..

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

SK Cagar Budaya Eks Rumah Jawatan Batal Demi Hukum Karena Ini!

ZEN SERU! Polemik soal status Eks Rumah Jawatan Kantor Pos dan Telegraf sebagai Cagar Budaya makin terbuka dan ketemu titik tengahnya. Terbaru, Pemerintah Kota Gorontalo menyebut kalo SK 2020 yang…

Share this news

AMKGB Geruduk Mapolda Gorontalo: STOP! Kriminalisasi Wali Kota

ZEN SERU! Rabu (30/9/26) siang, Mapolda Gorontalo digeruduk ribuan warga kota Gorontalo. Sekitar jam 10 pagi, konvoi panjang tiba-tiba memenuhi depan gerbang. Satu mobil pick-up dengan sound system, 6 bus,…

Share this news