ZEN SERU! Proses pendaftaran bakal calon Ketua IPSI Provinsi Gorontalo mendadak jadi sorotan. Bukan karena banyak kandidat, tapi karena muncul dugaan adanya ‘main mata’ antara salah satu calon dengan panitia penjaringan.
Di hari terakhir pendaftaran, bakal calon ketua IPSI Provinsi Gorontalo, Indra Gobel, datang langsung menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia. Berkasnya diterima Ketua Steering Committee (SC), Roy Hasiru, sekitar pukul 16.47 Wita.
Indra Gobel datang dengan dukungan resmi dari delapan perguruan silat dan tiga organisasi IPSI kabupaten/kota. Seluruh surat dukungan juga ditandatangani langsung oleh ketua dan sekretaris masing-masing perguruan dan IPSI Kabupaten/kota sebagai bukti dukungan resmi.
Delapan perguruan yang mengusung Wakil Walikota tersebut antara lain Tapak Suci Putra Muhammadiyah, PSHT, Teratai Satria Muda Indonesia, Pagar Nusa, Pesinas ASAD, Ular Sakti, Rajawali Muda Indonesia, dan Totosit.
Sementara dukungan organisasi datang dari IPSI Kota Gorontalo, IPSI Kabupaten Bone Bolango, dan IPSI Kabupaten Boalemo.
Nah, yang bikin heboh dan memicu adu mulut justru terjadi beberapa menit kemudian.
Sekitar pukul 16.56 Wita, berkas bakal calon Halid Tangahu juga masuk. Bedanya, Halid nggak datang langsung. Berkasnya malah diserahkan oleh Mala, wanita yang diketahui merupakan anggota panitia penjaringan sekaligus pengurus KONI Gorontalo.
Momen itu langsung memancing protes dari pendukung Indra Gobel. Mereka mempertanyakan kenapa anggota panitia bisa ikut menyerahkan berkas salah satu bakal calon. Menurut mereka, kondisi seperti ini berpotensi memunculkan konflik kepentingan dan bikin independensi panitia dipertanyakan.
Nggak cuma itu, absennya Halid saat proses pendaftaran juga ikut jadi sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan dasar atau legalitas mandat yang dipakai saat berkasnya didaftarkan.
Menanggapi kritik tersebut, Ketua Panitia Penjaringan, La Iha, dengan santai menjawab bahwa nggak ada aturan yang melarang anggota panitia menyerahkan berkas pendaftaran calon.
”Itu tidak apa. Tidak ada aturan melarang. Sepanjang tidak tertulis, itu tidak apa,” kata La Iha.
Jawaban itu justru makin memancing reaksi. Pendukung Indra menilai panitia seharusnya menjaga jarak dari seluruh kandidat agar nggak menimbulkan kesan berpihak kepada salah satu bakal calon.
Situasi makin diperkeruh dengan mangkirnya Ketua Steering Committee, Roy Hasiru. Bukan memberikan penjelasan, ia malah memilih meninggalkan lokasi dengan berdalih harus menghadiri undangan takziah.






