Pesan Kadis Dikbud di HUT 74 Tahun SMPN 1 Gorontalo: Sekolah Harus Aman dari Bullying

ZEN SERU! Sekolah yang keren itu bukan cuma soal berapa banyak piala yang dipajang di lemari. Yang nggak kalah penting: apakah siswa merasa aman, dihargai, dan nyaman menjadi dirinya sendiri.‎‎

Siswa bukan cuma dituntut pintar secara akademik, tetapi juga perlu dibekali karakter, etika, dan kemampuan menghargai orang lain.‎‎

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Husin Ali, saat mewakili Wali Kota Gorontalo dalam peringatan HUT ke-74 SMP Negeri 1 Gorontalo, Senin (24/8/26).‎‎

Menurut Husin, 74 tahun bukan usia yang sebentar. Selama perjalanan tersebut, SMP Negeri 1 Gorontalo telah menjadi salah satu bagian dari perjalanan pendidikan di Kota Gorontalo dan ikut melahirkan generasi yang cerdas serta berprestasi.

‎‎“Atas nama Pemerintah Kota Gorontalo maupun pribadi, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-74 kepada SMP Negeri 1 Gorontalo. Usia 74 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Terlebih dengan kondisi pendidikan yang makin kompleks,” ujar Husin.

Perkembangan teknologi yang makin cepat membuat peran sekolah tak lagi cukup sebatas mengejar nilai dan menyelesaikan materi pelajaran. Guru, kata Husin, punya peran penting dalam membentuk karakter siswa.‎‎

“Peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter, etika, dan nilai-nilai moral anak-anak kita,” katanya.‎‎

Karena itu, Husin mendorong para guru SMP Negeri 1 Gorontalo untuk terus berinovasi dalam pembelajaran sekaligus menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswa.

‎‎Sebab, buat apa sekolah punya segudang prestasi kalau siswanya justru merasa tertekan atau takut datang ke sekolah.‎‎

Husin juga mendorong siswa tetap tekun dan disiplin belajar, berani punya cita-cita tinggi, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan teman.

Satu hal yang secara khusus ia soroti adalah bullying atau perundungan.‎‎

Menurut Husin, perilaku tersebut harus dijauhi karena sekolah seharusnya menjadi ruang belajar yang membuat siswa berkembang, bukan tempat untuk saling menjatuhkan.‎‎

“Hindari segala bentuk perilaku negatif seperti bullying atau perundungan, serta manfaatkan teknologi dan gawai untuk hal-hal yang positif,” kata Husin.‎‎

Pesan soal gadget juga terasa relevan dengan kehidupan pelajar hari ini. Teknologi, menurutnya, jangan cuma dipakai untuk scrolling, bermain, atau mengikuti tren, tetapi juga dimanfaatkan untuk hal-hal yang bisa menambah pengetahuan dan membuka peluang.‎‎

Di sisi lain, Pemerintah Kota Gorontalo memastikan dukungan terhadap sektor pendidikan akan terus dilakukan. Bukan hanya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga lewat perbaikan sarana dan prasarana sekolah.‎‎

“Pemerintah Kota Gorontalo akan terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan, perbaikan sarana prasarana sekolah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya generasi Gorontalo yang unggul dan berdaya saing.” Tutup Husin.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

Awas! Bolos Agenda Pemkot, Siap-Siap TPP Dipotong 2 Persen

ZEN SERU! Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyiapkan konsekuensi yang cukup berat buat pejabat dan ASN yang mangkir dari agenda Pemkot tanpa alasan yang jelas: TPP dipotong 2 persen! ‎‎Pejabat…

Share this news

Pertalite Bakal Dibatasi? Bikin Panic Buying, Pemkot: Stok Aman, Isunya Hoaks

ZEN SERU! Pemerintah Kota Gorontalo memastikan stok Pertalite masih tersedia dan tidak ada kebijakan pembatasan distribusi seperti isu yang ramai beredar.‎‎ Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gorontalo,…

Share this news