Komisi 4 DPRD Gorontalo Harap Kerja Sama Antara BPJS dan Bioklinik Pulih Kembali

Zen Seru! Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia kesehatan Gorontalo, tentang keputusan pemutusan kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit Bioklinik.

Jadi, saat ini, Bioklinik nggak bisa lagi melayani pasien peserta BPJS. Kabar ini terkuak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo yang digelar Senin (02/06/25).

Buat kamu yang selama ini mengandalkan Bioklinik buat berobat pakai BPJS, tentu ini jadi kabar nggak enak banget. Apalagi RS Bioklinik dikenal punya fasilitas yang kece, pelayanan yang ramah, dan jadi andalan banyak warga Kota Gorontalo.

Dugaan Kesalahan Administrasi Jadi Pemicu

Masalah ini muncul gara-gara temuan dugaan kesalahan administratif oleh manajemen RS Bioklinik. Konon, pelanggaran itu dianggap cukup serius dan melanggar aturan kontrak kerja sama. Sesuai aturan, hal ini masuk dalam kategori pelanggaran berat alias “fraud”.

Menurut dr. Darsianti Tuna, anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo, ada dua jenis sanksi dalam kasus seperti ini: pengembalian dana atau pemutusan kontrak. Nah, sayangnya, Bioklinik kena sanksi yang kedua—kontraknya resmi diputus.

“Pemutusan kontrak ini sebenarnya nggak kita inginkan. Karena terlepas dari masalah administrasi, Bioklinik punya peran besar bagi masyarakat. Pelayanan mereka bagus, tempatnya bersih, dan sangat membantu warga,” ungkap dr. Darsianti.

Ribuan Pasien BPJS Tak Bisa Berobat di Bioklinik

Gara-gara keputusan ini, ribuan pasien BPJS yang biasa berobat di RS Bioklinik sekarang jadi bingung. Mereka harus cari alternatif lain, dan itu nggak gampang. Rumah sakit yang punya kualitas layanan setara Bioklinik jelas nggak banyak.

Komisi 4 DPRD langsung turun tangan. Mereka khawatir pemutusan ini bikin masyarakat makin susah akses layanan kesehatan yang layak.

“Bioklinik bukan cuma rumah sakit biasa. Mereka punya pelayanan dan fasilitas bagus, makanya kita dari DPRD pengen bantu cari solusi,” tambah dr. Darsianti.

Ada Harapan Kerja Sama Bisa Kembali

Walaupun perjanjian kerja sama udah diputus, dr. Darsianti mengungkap bahwa secara aturan, rumah sakit masih bisa bangun kerja sama lagi dengan BPJS. Tapi, harus nunggu setahun!

“Secara regulasi, emang harus nunggu satu tahun. Tapi kita lagi coba bujuk BPJS supaya bisa lebih cepat. Kita nggak mau masyarakat jadi korban,” ujar Darsianti, serius.

Menurutnya, jika semua pihak mau duduk bareng lagi di meja perundingan, jalan tengah pasti bisa ditemukan. Komisi 4 bahkan siap mengawal langsung negosiasi ke pusat kalau perlu.

Komisi 4 Minta Negosiasi Ulang, Demi Kepentingan Publik

Dalam RDP, Komisi 4 juga udah kasih rekomendasi tegas: BPJS dan RS Bioklinik harus kembali negosiasi. Harapannya, semua bisa diselesaikan di tingkat daerah, tanpa harus melibatkan pusat. Hemat waktu, hemat tenaga, dan yang paling penting: masyarakat nggak jadi korban.

“Kita ingin semuanya win-win. Bioklinik bisa terus beroperasi layani BPJS, dan warga tetap bisa dapet pelayanan kesehatan yang bagus,” pungkas dr. Darsianti.

Situasi ini masih terus berkembang, tapi yang jelas, langkah DPRD menunjukkan bahwa suara masyarakat masih diperjuangkan.

Yuk, sama-sama kita kawal isu ini—karena kesehatan itu hak semua orang!

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

‎UMKM Bakal Jadi Juru Kunci: Walikota Pasang Target Ekonomi Kota Gorontalo Tembus 5,9 Persen di 2027‎‎

ZEN SERU — Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, pasang target pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo di angka 5,8 sampai 5,9 persen pada 2027. Tapi yang bikin menarik, “pemain utama” buat ngejar target…

Share this news

Target APBD 2027: Pendapatan 1.03 T, Pengeluaran 1.08 T

‎Pemkot Gorontalo Mau Pinjam Rp105 Miliar Buat Kantor Baru, disaat yang sama, mereka juga pasang target pendapatan daerah Rp1 Triliun‎‎ ZEN SERU — Tahun 2027 nanti bakal jadi tahun yang…

Share this news