‎Di Jakarta Sempat Memanas, di Gorontalo Malah Santai Ngopi Bareng Warga

ZEN SERUDi saat media nasional lagi ramai ngebahas hubungan Kejaksaan Agung dan Polri yang sempat memanas, suasana berbeda justru kelihatan di Gorontalo.

Bukan saling lempar pernyataan atau bikin konferensi pers formal, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo dan Kajati Gorontalo Dr. Sumurung Pandapotan Simaremare malah duduk santai ngopi bareng di Warkop Amal, Kota Gorontalo, Selasa (14/7/2026).

Keduanya bahkan beberapa kali terlihat bercanda di tengah obrolan hangat bareng Gubernur Gusnar dan jajaran Forkopimda serta masyarakat.

Momen ini langsung mencuri perhatian. Pasalnya, banyak yang penasaran apakah dinamika di tingkat pusat ikut berpengaruh sampai ke daerah.

“Menjawab pertanyaan bagaimana di Gorontalo? Apakah seperti di pusat? Kami dari awal fokus dengan masalah kami di Gorontalo, dan semuanya sudah ada porsinya masing-masing. Kami di sini juga tahu semua, kita oke-oke saja,” kata Widodo usai kegiatan.

Pernyataan itu seolah jadi jawaban singkat, tapi jelas: Gorontalo punya prioritas sendiri.

Buat yang belum tahu, agenda ngopi bareng ini ternyata bukan dadakan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bilang, pertemuan tersebut sudah direncanakan sejak lama, bahkan sempat tertunda sampai tiga sampai empat kali gara-gara jadwal para pimpinan daerah yang susah disatukan.

Akhirnya, semua unsur Forkopimda bisa kumpul dalam satu meja. Mulai dari Gubernur Gusnar Ismail, Kapolda Gorontalo, Kajati Gorontalo, Ketua DPRD Thomas Mopili, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, Ketua Pengadilan Tinggi Yapi, Dansatradar Kwandang Letkol Lek Edith Nurhidayah, sampai Danlanal Gorontalo Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi.

Yang menarik, nggak ada agenda resmi atau pembahasan berat dalam pertemuan itu. Justru, masyarakat diberi ruang buat ngobrol langsung dan nyampein keluhan mereka.

“Justru lewat ngopi seperti ini kita bisa dapat banyak informasi dari masyarakat. Ada yang menyampaikan keluhan, ada yang memberi masukan,” ujar Kapolda.

Kajati Gorontalo, Sumurung Pandapotan Simaremare, juga ngasih sinyal yang sama. Menurutnya, koordinasi antarlembaga penegak hukum di Gorontalo selama ini berjalan baik-baik saja.

“Yang kami tonjolkan di daerah ini adalah koordinasi. Kalo ada fakta baru terkait suatu peristiwa hukum, tentu nanti bisa kita koordinasikan bersama,” katanya.

Di tengah panasnya isu nasional, pemandangan di sebuah warung kopi di Gorontalo ini justru ngasih pesan yang berbeda, bahwa komunikasi tetap jalan, koordinasi tetap dijaga, dan yang paling penting, urusan masyarakat tetap jadi prioritas.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

‎Tersisa 4 Tahun, Apakah Ambisi Besar Pemda Kota Gorontalo Bersama Bappenas Bakal Tercapai?

OPINI | ZEN SERU, Coba bayangin. Tahun 2030 tinggal hitungan beberapa tahun lagi. Sementara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, ada satu target besar yang lagi dikejar bersama: menciptakan pembangunan yang…

Share this news

‎Volume Sampah Kota Gorontalo Meningkat, Wawali Indra Malah Bilang Begini!‎‎

ZEN SERU, Kalo ngomongin SDGs atau Sustainable Development Goals, banyak orang langsung mikir, “Wah, ini pasti bahasan pejabat dan akademisi yang ribet.” Tapi, Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel punya…

Share this news