Zen Seru! Banyak pakar memprediksi final Piala Dunia 2026 ini bakal jadi laga legendaris sepanjang masa. Namun, tensinya ternyata gak semenarik duel sengit antara Argentina melawan Inggris pada tahun 1986 silam. Uniknya, kalau ada “Tangan Tuhan” di laga ini, itu adalah milik kiper Argentina, Emiliano Martínez.
Kiper yang akrab disapa Dibu itu nekat bermain dengan kondisi jari tangan kanan yang patah. Malangnya, kerja keras tersebut belum cukup untuk membawa sang juara bertahan mempertahankan trofi emas mereka. Alhasil, Spanyol sukses keluar sebagai juara dunia baru untuk pertama kalinya sejak tahun 2010.
Sepanjang pertandingan berlangsung, Martínez bener-bener berjuang sendirian demi menyelamatkan wajah Argentina di lapangan. Dia sukses melakukan 10 kali penyelamatan gemilang hanya dalam kurun waktu 98 menit awal. Catatan luar biasa ini otomatis menjadi rekor baru sepanjang sejarah final Piala Dunia.
Dominasi Total La Roja dan Kartu Merah Enzo
Sebagai perbandingan, Dibu cuma membuat total sembilan penyelamatan dari tujuh laga sebelum babak final. Di sisi lain, skuad Spanyol bener-bener mendominasi permainan lewat taktik pressing ketat khas mereka. Spanyol bahkan menguasai bola hingga 62 persen selama babak pertama jalannya laga.
Dominasi ini membuat sang megabintang Lionel Messi cuma bisa menyentuh bola sekali selama paruh waktu. Memasuki babak kedua, Argentina mulai mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan mereka secara agresif. Namun sayang, gelandang Enzo Fernandez tampaknya bermain terlalu agresif hingga berujung petaka.
Enzo terpaksa diganjar kartu kuning kedua oleh wasit tepat pada menit ke-92 laga. Akibatnya, dia harus diusir keluar lapangan dan Argentina terpaksa bermain dengan sepuluh orang saja. Kondisi kalah jumlah pemain ini jelas membuat lini pertahanan Argentina makin kewalahan.
Spanyol sempat mendapat peluang emas lewat tendangan bebas di luar kotak penalti pada menit ke-98. Beruntung bagi Argentina, Martínez lagi-lagi tampil sebagai pahlawan dan berhasil menepis tendangan berbahaya itu. Hingga waktu normal habis, Spanyol mencatat 16 tembakan ke gawang sedangkan Argentina nihil.
Nico Williams Jr. sebenarnya sempat membobol gawang Argentina tepat sebelum menit ke-100 laga. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena Mikel Merino kedapatan menginjak kaki Otamendi di kotak penalti. Akhirnya, Spanyol pecah telor lewat gol Ferran Torres di menit ke-105 sekaligus mengunci kemenangan.






